Portal Berita Online
Ads Beras Haji

114 Ton Tepung Jagung Diekspor ke Malaysia

0 9

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Kabupaten Cilegon, Jawa Barat, melakukan ekspor tepung jagung sebanyak 114 ton senilai Rp 897 juta ke negara Malaysia.

Sebelum diekspor, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Karantina Pertanian Cilegon mengawasi tindakan perlakuan karantina yang berupa fumigasi fosfin tepung jagung.

Kegiatan fumigasi merupakan suatu tindakan perlakuan dengan menggunakan fumigan di dalam ruang yang kedap udara dan pada suhu serta tekanan tertentu dengan bertujuan untuk membebaskan media pembawa dari organisme pengganggu tumbuhan (OPT) terutama serangga hidup.

Petugas Karantina Cilegon Yayat Sutaryat yang melakukan pengawasan pelaksanaan Fumigasi menggunakan fumigan fosfin (PH3) oleh pihak ketiga terhadap tepung jagung.

Ads Air Haji

“Ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 271 tahun 2006 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Karantina Tumbuhan Tertentu oleh Pihak Ketiga,” ujar Yayat dalam keterangannya, Sabtu (22/8).

Yayat mengungkapkan bahwa pelaksanaan tindakan karantina tumbuhan dapat dilakukan oleh pihak ketiga di bawah pengawasan petugas karantina.

“Penggunaan fumigan jenis fosfin hanya diperbolehkan oleh tenaga yang terlatih dan tata cara pelaksanaannya harus sesuai dengan pedoman dari Badan Karantina Pertanian, sebab fosfin merupakan zat yang berbahaya,” katanya.

Kepala Balai Karantina Pertanian Cilegon Arum Kusnila Dewi menjelaskan, pelaksanaan fumigasi merupakan tindakan karantina untuk mendukung akselerasi ekspor komoditas pertanian. Sebagai negara tujuan, Malaysia mempersyaratkan sertifikat fumigasi.

“Jika tidak disertai sertifikat fumigasi maka ekspor bisa ditolak oleh negara tujuan,” pungkasnya. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.