Portal Berita Online
Ads Beras Haji

50 Hektar Lahan Pertanian di Boyolali Kini Terairi

0 6

BOYOLALI, KABARPANGAN.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jendral (Ditjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) sukses mengairi sekitar 50 hektar (ha) lahan pertanian di Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah. Keberhasilan ini setelah dibenahinya saluran air lewat kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT).

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, bahwa mengelola manajemen air sangat dibutuhkan dalam pertanian, sehingga produksi tidak berkurang.

“Untuk memastikan air bisa mengalir ke lahan pertanian, dibutuhkan water management yang baik, salah satunya seperti kegiatan RJIT. Tujuannya, agar indeks pertanaman meningkat. Dari yang tadinya Cuma 1 kali tanam dalam setahun, bisa 2 kali hingga 3 kali tanam. Produksi juga bisa meningkat,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (2/9).

Sementara Dirjen PSP Kementerian Pertanian Sarwo Edhy menambahkan, kegiatan RJIT dilakukan di Desa Metuk, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, melalui Gapoktan Bumi Mulya yang diketuai Sri Waluyo.

Ads Air Haji

“Kegiatan RJIT kita lakukan di Boyolali sebab kondisi existing saluran banyak mengalami kebocoran. Akibatnya, air tidak sampai ke bagian hilir dan tidak mampu mencukupi kebutuhan pertanian di sana. Makanya kita buat aliran air normal kembali dan kita tambah jumlah lahan yang terairi,” terang dia.

Sarwo Edhy menjelaskan, kegiatan RJIT ini dilakukan dengan memanfaatkan sumber air dan Dam Sapian. Dampak, sebanyak 22 ha lahan area Desa Metuk bisa teraliri, begitu juga dengan 28 Ha area lahan persawahan di Desa Mbrayang.

“Pelaksanaan pekerjaan kegiatan RJIT ini berlangsung kurang lebih selama 30 Hari Kerja. Dari transfer kita lakukan bulan Maret, kemudian dilakukan pekerjaan fisik dan selesai Akhir April 2020,” katanya.

Konstruksi irigasi yang direhabilitasi berupa pemasangan batu kali (saluran satu sisi), dengan dimensi lebar atas 0,3 meter (m), lebar pondasi 0,4 m, tinggi 0,7 m, dan panjang 292 m.

Kegiatan ini diharapkan bisa meningkatkan Provitas pertanian yang saat ini sekitar 6,8 ton/ha sampai 7 ton/ha berubah menjadi 8,6 ton/ha – 9,6 ton/ha. (mh/kp)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.