Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Agustina Heriyanto, Petani Jambu Kristal Raup Rp 1 Miliar

0 78

Jakarta, Kabarpangan.id – Keputusan Agustina Heriyanto memutuskan untuk resain dari pekerjaannya di sebuah bank di Bandung, tidak salah. Kehidupannya berubah 180 derajat, ia sukses mengembangkan jambu kristal.

Ia memulai menanam jambu kristal Jayi dari bantuan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan).

Agus mengatakan, awalnya ada saran dari Direktur Jenderal Hortikultura saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Majalengka. Menurutnya, untuk mendapatkan hasil yang baik, diperlukan usaha dan kerja keras.

Serta diperlukan perhatian yang sungguh-sungguh dalam setiap tahapan tumbuh kembang setiap komoditas yang ditanam. Seperti memberikan pupuk yang cukup, pembungkusan buah serta penyiraman sesuai dengan yang diperlukan.

“Untuk nama Jayi adalah nama desa di mana jambu kristal banyak dibudidayakan di Kabupaten Majalengka,” kata Agus.

Ads Air Haji

Jambu kristal Jayi asal Kabupaten Majalengka sangat digemari oleh masyarakat. Bahkan beberapa konsumen bergantian datang ke kebun Agus untuk membeli hasil panennya. Baik untuk dinikmati sendiri maupun untuk dijual kembali.

Beberapa ciri khas jambu kristal asal Kabupaten Majalengka adalah berkulit cerah, bersih, dan rasanya manis. Jika digigit kriuk/garing dan kandungan air lebih banyak.

Beberapa pasar yang telah disambangi jambu kristal Jayi produksi Agus adalah pasar Sumber, Kota Majalengka, Sumedang, Subang, Kota Cirebon, Bandung, Jakarta dan lain sebagainya.

Kini, pilihan Agus ternyata tidak salah, jerih payahnya mulai membuahkan hasil. Jambu kristal Jayi yang ditanam telah berjumlah sekitar 6.000 pohon, bila satu pohon menghasilkan rata-rata 20 Kg dan saat ini harga dipasaran sekiar Rp 17 ribu per Kg.

“Jika diasumsikan dijual dengan harga Rp 10 ribu per kg, maka dalam sekali panen Agus bisa meraup hasil sebanyak Rp 1,2 miliar. (6.000 pohon x 20 Kg/ pohon x Rp 10.000),” terang Agus bersemangat.

Di samping itu, Agus pun sudah mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar yaitu sekitar 40 orang per hari ditambah dengan beberapa orang yang bekerja membantu di kebunnya. (mh)

Leave A Reply

Your email address will not be published.