Portal Berita Online

Alih Fungsi Lahan, Produksi Padi di Ngawi Menurun

0 34

NGAWI – Sektor pertanian kerap menghadapi permasalahan yang rumit. Salah satunya, alih fungsi lahan nonpertanian yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Kondisi ini telah menurunkan produksi hasil pertanian, terutama tanaman padi.

Masalah ini sudah sejak lama terjadi seluruh wilayah di Indonesia. Misalnya, di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, luas lahan pertanian berkurang hingga ratusan hektar (ha) akibat alih fungsi untuk lokasi pembangunan perumahan dan infrastruktur.

Hal itu seperti disampaikan Bupati Ngawi Budi Sulisyono di sela-sela melakukan panen raya di Desa Kresikan, Kecamatan Geneng, pada Selasa (21/7) kemarin.

“Banyak lahan pertanian di Ngawi yang mengalami penurunan seiring penambahan permukiman warga dan alih fungsi lahan nonpertanian, seperti pembangunan jalan tol yang melewati Ngawi,” katanya.

Catatan Dinas Pertanian Ngawi, luas lahan produktif di wilayah setempat sebelumnya mencapai 50.550 ha, saat ini telah berkurang menjadi 50.197 ha.

Sesuai data, produksi padi di Kabupaten Ngawi rata-rata mencapai 770.000 ton Gabah Kering Giling (GKG) setiap tahunnya. Jumlah produksi tersebut menempatkan Ngawi sebagai daerah penyangga produsen beras nomor dua di Jawa Timur.

Sebagai solusi, Budi meminta petani mengoptimalkan masa tanamnya. Petani juga diharapkan terus membuat terobosan sehingga mampu meningkatkan jumlah produksinya, meski luas lahan pertanian berkurang.

Terobosan tersebut yakni mulai dari penggunaan benih unggul, sistem tanam yang modern, hingga pemakaian pupuk dan pestisida yang proporsional.

“Petani juga harus jeli dalam penanganan hama, terlebih hama tikus yang kerap menjadi musuh para petani,” pungkasnya. (mh/ant)

Leave A Reply

Your email address will not be published.