Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Anggaran Barantan Kementan Naik Jadi Rp 1,1 T di 2021

0 11

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Komisi IV DPR RI saat Rapat Kerja bersama Kementerian Pertanian (Kementan) menyetujui penambahan anggaran untuk melengkapi sarana perkarantinaan guna memperkuat tugas dan fungsi Badan Karantina Pertanian (Barantan).

Anggaran tahun 2020 naik menjadi Rp 1,1 triliun atau meningkat 22 persen dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp 906,5 miliar. Anggaran ini akan digunakan untuk membeli alat pembakaran sampah dengan suhu tinggi atau incinerator, alat pemindai media pembawa dengan gelombang elektromagnetik atau X-ray dan pengembangan teknologi biosensor.

“’Pintu keluar dan masuk komoditas pertanian harus dapat berfungsi lebih maksimal. Sehingga seluruh produk pertanian yang dilalulintaskan dalam kondisi sehat dan aman dengan pengawasan yang ketat,” ujar Menteria Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (14/9).

Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada pihaknya. Saat ini dengan perkembangan perdagangan dan perkarantinaan di dunia diperlukan dukungan penuh untuk perlindungan sumber daya alam hayati tanah air.

“Ke depan dengan perlengkapan incinerator yang memadai tindakan pemusnahan hewan dan tumbuhan yang berbahaya dapat dilakukan dengan lebih baik,” ujarnya.

Ads Air Haji

Menurut Jamil, alat pemindai X-Ray sangat dibutuhkan khususnya pada unit kerja dengan lalu lintas yang tinggi. Dengan perlengkapan canggih ini diharapkan tidak ada lagi hewan dan tumbuhan baik yang dilalulintaskan antar area maupun yang impor dapat masuk kecuali telah memenuhi persyaratan kesehatan dan keamanan perkarantinaan, tambahnya.

Secara khusus, Jamil juga menjelaskan rencana kerjanya dalam mengembangan teknologi biosensor yang dibutuhkan dalam melakukan pengawasan keamanan dan pengendalian mutu pangan dan pakan asal produk pertanian.

“Sesuai dengan perluasan tugas dan fungsi dalam peraturan perkarantinaan yang baru (UU 21/2019) maka teknologi ini menjadi sangat kami butuhkan,” paparanya.

Beberapa langkah yang telah diambil adalah dengan menugaskan ASN Barantan untuk melanjutkan pendidikan Strata 2 dan 3 baik di dalam maupun diluar negeri, memperkuat dua unit kerja yang memiliki tugas pengujian dan penerapan teknik metoda serta menggandeng peneliti di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian serta perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

“Kami juga melakukan studi banding ke Belanda beberapa waktu lalu di mana teknologi ini telah diterapkan di sana. Semoga setelah pandemi berlalu kita dapat lebih intensif lagi dengan mengirimkan petugas Karantina untuk belajar langsung,” pungkasnya. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.