Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Antisipasi Gagal Panen, Petani Kostratani Pandeglang Semprot Pakai Pestisida

0 10

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Untuk mengantisipasi adanya gangguan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), salah satunya Wereng Batang Cokelat (WBC), petani yang tergabung dalam Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, melakukan penyemprotan massal pada tanaman padi di wilayahnya.

WBC adalah hama padi yang berbahaya dan bisa merugikan petani. Hama utama tanaman padi ini sangat ganas. Selain menghisap batang padi, WBC juga menularkan virus sehingga membuat tanaman menjadi kerdil.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan, pertanian cukup rawan terhadap serangan hama, salah satunya adalah hama WBC.

“Hama ini bisa merusak tanaman dan membuat gagal panen. Oleh karena itu petani dan penyuluh harus mengantisipasinya, salah satunya dengan mengikuti asuransi usaha tani,” kata Dedi.

Sebagai langkah antisipasi dan upaya mencegah serangan WBC semakin meluas 21 petani yang tergabung dalam kelompok tani (Poktan) Barata Tani di Desa Sukanagara Kecamatan Carita Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten didampingi Penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Carita, dan Petugas Pengendali Organisme Tumbuhan (POPT) melakukan Gerakan Pengendalian (Gerdal) OPT WBC, pada Kamis (27/8).

Pengendalian dilakukan di bawah komando Kostratani Pandeglang ini dimulai dengan penyemprotan massal menggunakan pestisida kimia, dan bassa dengan dosis 1ml/liter air dilanjutkan dengan pengamatan intensif dan Gerdal ulang jika diperlukan.

Ads Air Haji

Desa Sukanagara sendiri memiliki hamparan pertanaman padi seluas 50 hektar. Dengan produktivitas rata-rata enam ton per hektar (ha). Perkiraan produksi pada musim tanam kedua ini 300 ton.

Gerdal WBC dilaporkan dilakukan juga dibeberapa kecamatan lain di Pandeglang. Di antaranya di Kecamatan Cikeudal, Kecamatan Cipeucang, dan Kecamatan Sindangresmi dengan tingkat serangan beragam. Meskipun demikian hal tersebut tidak membuat kendala bagi petani bahkan beberapa di antaranya sedang panen, contohnya di Kecamatan Cikeudal.

Penyuluh BPP Carita Eli Safitri di sela-sela kegiatan Gerdal mengatakan, hama WBC ini kalau tidak segera ditangani akan sangat mempengaruhi produktivitas padi bahkan dapat mengakibatkan gagal panen. Karena selain menghisap batang padi juga menularkan virus.

“Serangan WBC sangat tergantung pada situasi dan kondisi. Risiko serangan dapat dipengaruhi oleh cuaca, misalnya kemarau basah, seperti yang terjadi saat ini, penggunaan N tinggi dan pemilihan varietas. Petani terus diingatkan agar waspada jika ciri-ciri WBC sudah mulai terlihat,” ucapnya.

Gerdal dilakukan di lahan seluas 20 ha dengan umur tanaman 50-60 hari setelah tanam (HST).

“Gerdal dilakukan di Blok Bedeng/cilurah, dengan varietas Ciherang, Inpari dan Lokal. Populasinya 27ekor per rumpun. Selain Gerdal, pengamatan dan monitoring juga dilakukan di lahan seluas 25 ha, dengan status waspada,” tukasnya. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.