Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Balitbangtan: Padi Inpari Nutrisi Zinc Bisa Cegah Stunting

Gelar Panen Raya di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat

0 22

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) mendukung pemerintah dalam penanganan stunting di Indonesia. Melalui inovasi yang dilakukan Balitbangtan, yakni VUB padi biofortifikasi Inpari IR Nutri Zinc, dapat mencegah stunting pada anak-anak.

Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry mengatakan, bahwa selama ini masyarakat mengonsumsi beras tanpa memperhatikan kelengkapan gizi. “Kekurangan gizi Zn juga menjadi salah satu faktor penyebab kekerdilan atau stunting di masyarakat,” katanya dalam keteranganya, Senin (27/7).

Lanjut dia, Balitbangtan telah menghasilkan VUB padi biofortifikasi Inpari IR Nutri Zinc yang memiliki kandungan Zn 6 persen lebih tinggi daripada Ciherang. Biofortifikasi pada Inpari IR Nutri Zinc diharapkan dapat membantu peningkatan nilai gizi sekaligus mengatasi kekurangan gizi.

“Setelah dilepas tahun 2019 yang lalu, varietas padi Inpari IR Nutri Zinc sebagai padi fungsional untuk mencegah terjadinya stunting telah tersebar ke berbagai penjuru nusantara,” ujarnya.

Diketahui, pada Oktober 2019, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Tujuh Kementerian dan Lembaga sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam penurunan prevalensi stunting atau angka kekurangan gizi di Indonesia. Mentan menyamapikan penyebab kerawanan pangan di Indonesia sangat multifaktor, karena itu penyelesaiannya harus dilakukan secara multisektor.

Sinergi multisektor ini nampak di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat pada Sabtu (25/7). Balai Pengajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalbar bersama dengan Pemkab Kubu Raya melakukan panen varietas ini di Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya dengan hasil cukup menggembirakan, dengan rata-rata hasil 6,28 ton per hektar (ha).

Rata-rata hasil tersebut didapat dari ubinan yang dilakukan oleh BPS Kubu Raya bersama dengan koordinator BPP Sungai Raya sesaat sebelum panen dilaksanakan. Hasil ubinan 5,2 ton per ha pada daerah yang tanahnya agak keras dan tersampel pada daerah bekas serangan tikus dan 7,36 ton per ha pada daerah yang tanahnya berlumpur, sehingga didapat rata-rata hasil 6,28 ton per ha.

Ads Air Haji

Kepala BPTP Kalbar Akhmad Musyafak usai panen menjelaskan, Varietas Inpari IR Nutri Zinc merupakan hasil dari badan Litbang mempunyai kadar zinc tiga kali lipat lebih tinggi dari beras pada umumnya, yang sangat baik untuk digunakan sebagai pencegah stunting.

“Bapak bupati ingin melakukan pencegahan stunting sehingga akan mengembangkan padi IR Nutri zinc sebanyak mungkin, saran kami kalau bisa 40 persen sawah di kabupaten Kubu Raya ditanami Nutri Zinc.” ujarnya.

Akhmad juga mengatakan bahwa Padi Nutri Zinc ini sudah banyak diminati, namun di Kalbar yang pertama merespon adalah Bupati Kubu Raya.

“Tetapi kabupaten lain sudah mulai akan mengembangkan bahkan Bapak Gubernur juga sudah mulai minta Dinas Pertanian Provinsi untuk mengembangkan Nutri Zinc.” lanjutnya.

Kepala Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian Kubu Raya, Gandhi Satyagraha yang mewakili bupati, mengatakan bahwa padi Nutri Zinc ini akan disebarluaskan di Kabupaten Kubu Raya.

“Bapak Bupati sangat konsen untuk mengawal program dalam mengatasi masalah stunting dan Kubu Raya juga memiliki angka stunting cukup tinggi di Kalimantan Barat.” tegasnya.

Gandhi mengungkapkan komitmen Bupati Kubu Raya dalam mengatasi masalah stunting telah dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan semua komponen. Menurutnya, saat ini masalah pangan merupakan masalah serius, sehingga lahan-lahan yang ada dimanfaatkan untuk produksi pangan. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.