Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Bangun DMCA, Minamas Plantation Komitmen Cegah Karhutla

0 21

Jakarta, Kabarpangan.id – Minamas Plantation terus berupaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) khususnya di Kalimantan Barat (Kalbar). Dengan membangun komunitas Desa Mandiri Cegah Api (DMCA) yang didukung masyarakat sekitar, diharapkan dapat mencegah kebakaran hutan yang kerap terjadi di Tanah Air.

CEO Minamas Plantation Shamsuddin Muhammad mengatakan, untuk menyukseskan program DMCA pihaknya mengajak partisipasi masyarakat sekitar. DMCA ini tidak hanya dapat mengurangi kebakaran hutan, namun juga dapat menaikkan taraf hidup warga setempat.

Sampai saat ini, kata dia, pihaknya sudah membangun sebanyak 34 DMCA di enam provinsi seluruh Indoenesia. Adapun terakhir berada di Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalbar.

“Lewat DMCA kita mengajak serta masyarakat untuk mencegah kebakaran hutan. Selain itu, kita juga memberikan reward bagi masyarakat yang dapat mengurangi kebarakan secara drastis,” kaya Shamsuddin saat diskusi secara virtual bertajuk ‘Strategi Multipihak Industri Sawit Cegah Karhutla’ diinisiasi Forum Wartawan Pertanian (Forwatan), Kamis (17/12).

Di samping itu, lanjut Shamsuddin, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan Universitas Tanjungpura dalam menyusun program DMCA di tengah pandemi Covid-19 khususnya di wilayah kalbar.

“Terlebih lagi, program DMCA ini memungkinkan Minamas Plantation menciptakan kemandirian masyarakat sekitar di bidang sosial ekonomi sekaligus mengkombinasikannya dengan upaya pelestarian lingkungan seperti terbentuknya program Petani Milenial dan Guru Peduli Api. Hal ini sejalan dengan komitmen Minamas Plantation dalam menjalankan praktik-praktik perkebunan yang berkelanjutan”, jelasnya.

Ads Air Haji

Kesempatan yang sama, Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Kasdi Subagyono memberikan apresiasi kepada Minamas Plantation atas komitmennya dalam upaya pencegahan karhutla dan menyejahterakan masyarakat.

“Saya mengapresiasi atas apa yang telah dilakukan oleh Minamas Plantation. Hal ini harus direplikasi sebagai role model atau bahkan menjadi centre of excellence. Ssemoga poin-poin dari hasil diskusi ini dapat menjadi pedoman sehingga kesiapan setiap pihak dalam pencegahan karhutla menjadi lebih optimal,” ujar Kasdi.

Ketua Prodi Agribisnis Faperta Universitas Tanjungpura, Maswadi mengungkapkan, program yang telah berjalan sejak Juli 2020 ini telah merumuskan pendekatan jangka panjang dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat di sekitar kebun dan berbagi pengalaman tentang best practices dalam sustainable agricultural management tanpa membakar lahan.

“Seperti program-program yang telah dilakukan oleh Minamas Plantation sebelumnya, awalnya, inisiasi DMCA adalah untuk mitigasi kebakaran serta perambahan hutan dan lahan di sekitar konsesi perusahaan. Namun dalam perkembangannya, peranan DMCA semakin menyeluruh tak hanya mitigasi, tapi sekaligus membangun kemandirian sosial dan ekonomi warga pedesaan melalui kegiatan pertanian (hidroponik) dan perikanan yang ramah lingkungan,” ungkapnya.

Salah satu Petani Milenial binaan Minamas Plantation di Desa Riam Batu Gading, Diya mengatakan, ia melakukan budidaya sayur hidroponik jenis pakcoy, sawi keriting, seledri dan sawi manis yang menggunakan botol bekas dan bambu.

“Kami senang Minamas Plantation membantu warga desa dengan menyediakan bibit dan pendampingan oleh LPPM UNTAN melalui program DMCA ini sehingga kami dapat mandiri dan sejahtera,” tandasnya. (mh)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.