Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Basmi Hama, Tanaman Jagung di Kediri Berhasil Diselamatkan

0 10

KEDIRI, KABARPANGAN.ID – Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) bersama petani di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, berhasil menyelamatkan tanaman jagung dari serangan hama Ulat Grayak Frugiperda (UGF).

Koodintor POPT Kabupaten Kendiri Riyono memastikan saat ini hama telah musnah, dan tanaman jagung sudah kembali aman.

“Kami bisa memastikan kondisi aman, karena kami melakukan pengamatan rutin di lapangan, sehingga tahu betul keadaan tanaman di daerah kami,” ujarnya, Minggu (9/8).

Dia menjelaskan, tanaman jagung kurang dari 40 HST (Hari Setelah Tanam) yang terserang itu masih bisa tumbuh normal dan tetap akan berbuah, karena pada umur tanaman tersebut tanaman bisa mengkompensasi kerusakan daun yang telah termakan ulat.

“Pada awal Agustus ini kondisi pertanaman jagung di desa tersebut telah membaik dan terus kami monitor di lapangan untuk mengantisipasi potensi serangan ulat berikutnya,” tuturnya.

Ads Air Haji

Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Proteksi Tanaman Pangan Provinsi Jatim Rahayu Aryati menyebutkan, berdasarkan data yang dihimpun Balai Proteksi Tanaman Pangan Provinsi Jatim serangan Ulat Grayak (UGF) di Kabupaten Kediri seluas 38 hektar (ha) dari total luas pertanaman jagung lebih dari 14.600 ha atau sekitar 1,26 persen.

“Alhamdulilah untuk serangan hama ulat grayak tahun ini tidak terlalu bepengaruh signifikan, hal ini berkat pengamatan dan kesigapan petugas POPT dilapangan,” katanya.

“Ke depan kami berharap para petugas POPT dan petani untuk tetap rutin melakukan pengamatan ke lapangan, hal ini untuk mencegah meluasnya serangan dan meminimalisir resiko gagal panen,” harap dia.

Terpisah, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementan Edy Purnawan mengapresiasi hal yang dilakukan oleh Aryati bersama jajarannya. Berkat kesigapan petugas petani tidak mengalami gagal panen.

“Kunci keberhasilan dalam mengamankan tanaman dari serangan hama adalah pengamatan. Dengan pengamatan akan didapat informasi yang akurat dan cepat sehingga tindakan yang harus dilakukan bisa tepat sasaran dan panen yang dihasilkan tetap optimal,” pungkasnya. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.