Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Begini Cara Tanam Pohon di Lahan Gambut Bekas Terbakar

0 12

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Menanam pohon di lahan gambut yang bekas terbakar berbeda dengan lahan mineral atau lainnya, dibutuhkan pemahaman yang tapat. Sebab jika salah, akan mengalami kerugian karena telah mengeluarkan biaya yang sangat besar dan waktu yang cukup lama.

Untuk itu, Peneliti Balai Litbang LHK Palembang Agus Sofyan berbagi tips cara menanam di lahan gambut bekas terbakar yang tepat.

“Untuk lahan yang keropong atau kosong pada bagian bawah (di bawah permukaan), hal pertama yang harus dilakukan dalam penanaman adalah memadatkan tanah gambut di sekitar lubang tanamnya,” katanya dalam keterangannya, belum lama ini.

Agus menjelaskan, setelah pelepasan polybagnya, bibit harus ditanam dalam posisi tegak berdiri pada lubang tanam sampai sebatas leher akar atau kurang lebih 3 cm di atas polybag. Kemudian, lubang tanam ditutup dengan top soil (tanah gambut) yang diambil dari sekitar lubang tanam dengan cara menekan atau memadatkan media/tanah gambut secara perlahan sehingga benar-benar telah memadat.

“Dengan cara ini, batang bibit serta akar dapat tumbuh dengan kuat,” jelas Agus.

Selain tanah yang keropong, kendala lainnya yang ditemui di areal gambut bekas terbakar menurut Agus adalah akar tumbuhan pakis. Biasanya akar pakis yang tumbuh di lahan gambut ini sangat tebal dan dengan dimensi luasan yang cukup besar.

“Meskipun sudah dilakukan penyemprotan herbisida terhadap lahan tersebut, akar pakis dapat tumbuh kembali dalam waktu yang relatif singkat, sesaat setelah masuknya musim penghujan. Hal ini akan sangat mengganggu pertumbuhan bibit yang akan ditanam,” lanjutnya.

Ads Air Haji

“Dalam melakukan penanaman bibit di lahan gambut, sebelumnya harus dipastikan dulu kalau penanaman pada lubang tanamannya dilakukan pada atau di atas media gambut bukan di atas akar pakisnya,” kata Agus mengingatkan.

Lebih lanjut, Agus Sofyan menjelaskan, pembuatan lubang tanam harus dilakukan dengan terlebih dahulu membersihkan lahannya dari tumbuhan bawah terutama lapisan akar pakis. Selanjutnya, memadatkan gambut di sekitar lubang tanam yang keropong dengan menggunakan cangkul, linggis atau dodos, hingga media tumbuh di sekitar lubang tanam dan piringan benar-benar padat dan tidak amblas.

Tentang kegiatan pengguludan, Agus menyarankan agar dilakukan dengan menyesuaikan kondisi gambut yang ada. Jika sekitar lubang tanam dan bibit dikhawatirkan tergenang pada saat musim hujan, maka diperlukan guludan yang relatif tinggi. Namun jika tidak tergenang, maka pengguludan disesuaikan dengan kondisi sekitar.

Tahapan penting lainnya setelah dilakukan kegiatan penanaman adalah proses pengapuran yaitu pemberian dolomit di sekitar atau sekeliling batang tanaman. Pemberian dolomit ini ditujukan untuk meningkatkan pH tanah.

“Pemberian dolomit dilakukan dengan cara menaburkannya pada permukaan tanah di sekeliling batang,” jelasnya.

Penanaman di lahan gambut sering kali mengalami gangguan hama, terutama babi. Untuk mengurangi gangguan hama babi, menurut Agus diperlukan perlindungan tanaman pada saat penanamannya.

“Salah satunya, bisa dilakukan pemagaran secara sederhana dengan bahan berupa ranting atau cabang yang ada di sekitar areal penanaman,” pungkasnya. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.