Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Belanja Sektor Pertanian Dipercepat di Musim Covid-19

0 6

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Belanja pemerintah di tengah pandemi Covid-19 harus dipercepat agar menjadi penggerak perekonomian nasional yang saat ini sedang lesu. Karenanya, Presiden Joko Widodo mengingatkan Kementerian/Lembaga untuk mempercepat serapan anggaran sehingga diharapkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III/2020 tidak terkontraksi negatif.

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2020 sebesar 4,19 persen dibanding kuartal I/2020. Sektor pertanian menjadi penyumbang tertinggi terhadap pertumbuhan ekonomi, di mana PDB pertanian tumbuh 16,24 persen pada triwulan II/2020 (qtq), sementara secara year on year tumbuh 2,19 persen.

Terkait belanja negara, Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan jajarannya terus bekerja bersama petani. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto.

“Di tengah pandemi, Kementan tetap mendorong aktivitas pertanian dengan memberikan bantuan dan pembinaan kepada petani sehingga produksi tetap tersedia dalam jumlah cukup serta berkontribusi pada ekonomi nasional,” ujarnya di Jakarta, pekan ini.

Ads Air Haji

Senada, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Tommy Nugraha juga menjelaskan bahwa Ditjen Hortikultura terus mendorong percepatan belanja APBN baik di pusat maupun di daerah.Peruntukan anggaran terbesar Ditjen Hortikultura digunakan untuk pengembangan kawasan hortikultura yang pelaksanannya ada di pusat dan daerah. Seperti diketahui, alokasi anggaran terbesar dipergunakan untuk kawasan aneka cabai dan bawang.

“Berdasarkan hasil konfirmasi dengan daerah, beberapa daerah telah menyelesaikan pengadaan bantuan masyarakat berupa sarana produksi kawasan cabai dan bawang seperti di Provinsi Bali, NTT, Jambi dan Kabupaten Minahasa Selatan,” katanya.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Provinsi Bali Wayan Sunarta menyampaikan bahwa pihaknya telah menyerahkan bantuan sarana produksi cabai pada Agustus ini.

“Kami telah dropping bantuan sarana produksi untuk pengembangan kawasan cabai rawit seluas 101 hektar dan cabai besar seluas 59 hektar. Bantuannya berupa benih cabai rawit, cabai besar dilengkapi dengan pengendali OPT berupa likat kuning dan biopestisida,” ujarnya.

Bantuan tersebut diberikan kepada 30 kelompok tani yang tersebar di Kabupaten Jembrana, Klungkung, Badung, Gianyar dan Bangli. Tahun ini pemerintah juga mengalokasikan bantuan sarana produksi berupa benih, mulsa plastik, pupuk cair, pupuk organik serta kapur pertanian untuk pengembangan bawang putih di Kabupaten Bangli seluas 10 hektar. (mh/kp)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.