Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Beralih Konsumsi, Ekspor Pangan Olahan Naik 2,12 Persen

0 6

JAKARTA, KABARPANGAN. ID – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat, selama pandemi Covid-19 pada Januari hingga Mei 2020 ekspor pangan olahan Indonesia ke dunia meningkat sebesar 2,12 persen.

Salah satu upaya Kemendag dalam meningkatkan nilai ekspor tersebut yaitu dengan menyelenggarakan kegiatan Seminar Klinik Ekspor Produk Makanan dan Minuman Olahan di Kota Sukabumi, Jawa Barat. Acara ini diikuti para pelaku usaha produk olahan makanan dan minuman (mamin) berorientasi ekspor di Kota Sukabumi.

“Produk mamin Indonesia merupakan produk yang prospektif dalam mendukung pertumbuhan di sektor perdagangan. Produk mamin sangat dibutuhkan dunia, di antaranya untuk meningkatkan imunitas dan stamina kesehatan masyarakat, terutama pada masa pandemi,” kata Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Kasan dalam keterangannya, Selasa (4/8).

Dia menyebutkan, pada 2019 produk mamin Indonesia tumbuh mencapai 7,78 persen. Pertumbuhan tersebut lebih besar dibandingkan pertumbuhan sektor nonmigas yang sebesar 4,34 persen. Sementara itu, pada kuartal I/2020, pertumbuhannya sebesar 3,94 persen. Sedangkan, kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 19,98 persen.

Lanjut dia, hal lain yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong ekspor mamin olahan, yaitu tren konsumen yang selalu berubah, dengan begitu dapat memberikan peluang bagi produk Indonesia untuk terus melakukan diversifikasi produk atau hilirisasi produk. Seperti cokelat, rempah, kopi, dan teh.

Ads Air Haji

Direktur Pengembangan Prodyk Ekspor Olvy Andrianita menambahkan, bahwa saat ini produk yang memiliki sertifikasi, indikasi geografis, dan organik memiliki tren yang meningkat di pasar global.

“Permintaan produk halal juga meningkat, selain karena bertambahnya jumlah penduduk muslim, serta sebarannya juga sudah ada di seluruh dunia,” ujarnya.

Tantangan lainnya, kata dia, adalah pengembangan pasar dan produk, yaitu diversifikasi produk mamin olahan sesuai dengan permintaan pasar ekspor, peningkatan nilai tambah produk, selera konsumen internasional, serta hambatan promosi dan branding.

“Selain itu, adanya kebijakan lockdown di berbagai negara dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Indonesia juga memberikan dampak kepada industri makanan dan minuman. Salah satunya dalam hal logistik dan distribusi produk, perubahan pola perdagangan global kerja sama perdagangan tidak berjalan efektif selama pandemi dan ancaman resesi ekonomi global,” pungkasnya.

Diketahui, Indonesia merupakan negara pemasok peringkat ke-22 untuk ekspor mamin ke dunia, dengan pangsa pasar sebesar 1,28 persen.

Adapun negara tujuan ekspor terbesar Indonesia adalah Amerika Serikat, Filipina, Malaysia, Singapura, dan Tiongkok. Sedangkan, negara tujuan ekspor yang mengalami pertumbuhan ekspor positif pada JanuariMei 2020 di antaranya Kamboja (193,34 persen), Puerto Riko (185,44 persen), Uni Emirat Arab (37,21 persen), Jerman (44,30 persen), dan Myanmar (17,57 persen). (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.