Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Bernilai Ekonomi Tinggi, Balitbangtan Kembangkan Tanaman Buchepalandra

0 9

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (Kementan) tengah mengembangkan dengan memperbanyak tanaman buchepalandra. Tanaman dari Kalimantan ini memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi.

Kepala Balitbangtan Dr Fadjry Djufry mengatakan, tanaman uchepalandra dikembangkan dengan memperbanyak enih secara kultur jaringan (in vitro) di Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BB Biogen), Bogor.

“Di Indonesia masih banyak yang belum tahu. Sementara di luar negeri sudah banyak yang memanfaatkannya. Di luar negeri seperti Amerika, para aquascaper harus merogoh kocek sebesar USD 7 untuk satu rumpun kecil buchepalandra,” katanya di Jakarta, pekan ini.

Melihat tingginya minat terhadap tanaman tersebut, Fadjry menilai perbanyakan tanaman melalui kultur jaringan merupakan solusi yang tepat dalam memenuhi permintaan. Namun ia menegaskan bahwa pendistribusian buchepalandra harus dilakukan sesuai prosedur agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

Ads Air Haji

“Buchepalandra harus kita lindungi karena ini merupakan kekayaan plasmanutfah Indonesia,” ujarnya.

Peneliti Balitbangtan Dr Rossa Yunita menjelaskan, buchepalandra memiliki karakter pertumbuhan yang lambat sehingga sulit dibudidayakan oleh petani tanaman air. Untuk itu Balitbangtan bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada tahun 2016-2018 lalu menerapkan teknologi kultur jaringan dalam perbanyakan komoditas ekspor tersebut.

“Kita sebagai lembaga penelitian memiliki kewajiban untuk menemukan dan mengaplikasikan teknologi yang dapat dimanfaatkan langsung oleh petani, sehingga mereka tidak lagi mengeksploitasi alam yang dapat merusak keragaman genetik kita,” ungkap Rossa.

Lebih lanjut Rossa menjelaskan, buchepalandra memiliki variasi yang sangat tinggi. Saat ini yang telah terdeteksi sebanyak 30 spesies yang tersebar di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Untuk itu, tanaman ini perlu segera dilepas sebagai varietas lokal.

“Jadi ke depan kita akan melakukan kerjasama dengan pemerintah daerah terkait untuk melakukan pelepasan sehingga buchepalandra ini menjadi identitas daerah tersebut,” pungkasnya. (mh/kp)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.