Portal Berita Online
Ads Beras Haji

BPP Kalianget Kembangkan Bawang Merah di Lahan Marjinal

0 7

SUMENEP, KABARPANGAN.ID – Melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pembangunan pertanian terus berjalan. Hal ini juga yang dilakukan BPP Kalianget, Sumenep, Jawa Timur, yang mengembangkan bawang merah di lahan marjinal.

Untuk mengawal pembangunan pertanian, Kementan memaksimalkan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani), yang pusat gerakannya ada di kecamatan.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, dengan Kostratani, pertanian lebih maju mandiri bahkan lebih modern.

“Masyarakat tidak perlu khawatir soal pangan, 11 komoditas bahan pokok dikawal pemerintah secara optimal salah satunya ialah bawang merah,” ujar Mentan Syahrul dalam keterangannya, Minggu (27/9).

Sementara menurut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi, Kostratani gencar berperan dalam pendampingan dan pengawalan terhadap petani. Terlebih di tengah pandemi Covid-19 dan musim kemarau.

Ditegaskan Dedi Nursyamsi, di tengah pandemi Covid-19 sektor pertanian tidak berhenti. Bahkan, peran Kostratani menjadi sangat penting untuk meningkatkan produksi pertanian.

“Optimalisasi tugas, fungsi dan peran BPP sebagai pusat kegiatan pembangunan pertanian di tingkat kecamatan dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional, merupakan tujuan jangka panjang dari Kostratani. Sedangkan tujuan jangka pendek Kostratani sebagai pusat informasi data, kelembagaan petani, meningkatkan kapasitas SDM petani dan diseminasi inovasi teknologi,” ucapnya.

Ads Air Haji

Dedi Nursyamsi menambahkan, Kostratani merupakan salah satu 10 Program Utama Kementan. Program lainnya adalah fasilitas pembiayaan, infrastruktur, dan alat mesin pertanian (alsintan), Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Kemudian peningkatan produksi tanamam pangan melalui pengembangan kawasan Berbasis korporasi (Propaktani), pengembangan kawasan hortikultura (sayuran, tanaman obat, buah-buahan dan porkutura) berdaya saing (Gedor Horti), dan Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks).

Dari beberapa program utama Kementan, BPP Kostratani Kecamatan Kalianget melakukan sosialisasi kepada petani secara masif pinjaman KUR pertanian untuk dapat mengoptimalkan lahan-lahan marjinal yang ada di Desa Kalimook.

Hal ini diserukan juga oleh Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto.

“Penyuluh pertanian harus mensosialisasikan kepada petani dan memanfaatkan kemudahan KUR yang diberikan oleh pemerintah. KUR membantu petani dalam memenuhi kebutuhan modal saat setiap musim tanam,” katanya.

Koordinator BPP Kostratani Kecamatan Kalianget Dewo Ringgih, selalu menjalin komunikasi dengan pihak perbankan dalam hal ini Bank Rakyat Indonesia (BRI) unit Kalianget untuk dapat memberikan kemudahan penyaluran pinjaman bagi petani. Peran aktif pihak kolaborasi penyuluh dan BRI dalam menyosialisasikan KUR Pertanian ini sangat diapresiasi oleh para petani.

“Kostratani Kecamatan Kalianget selain mengembangkan budidaya hortikultura buah mangga di lahan marjinal Desa Kalianget Barat, juga mengembangkan komoditas horti lainnya antara lain bawang merah, melon dan cabai di Desa Kalimook. Pada bulan Agustus serapan KUR dari BRI untuk komoditas bawang merah mencapai 250 juta lebih. Komoditas bawang merah di Desa Kalimook baru dikembangkan pada tahun 2019 seluas 5 ha,” tukasnya. (mh/kp)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.