Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Budidaya Jamur, Mardiana Kantongi Omzet Rp 120 Juta Sebulan

0 182

Jakarta, Kabarpangan.id – Pekerjaan di sektor pertanian masih dipandang sebelah mata sebagian besar masyarakat. Bertani identik dengan pekerjaan kasar, kotor-kotoran, ataupun penghasilan rendah. Akibatnya, regenerasi petani terhambat, tak banyak anak muda yang tertarik bertani.

Tapi kondisi ini perlahan berubah. Setidaknya sejumlah anak muda yang terjun ke sektor pertanian berhasil membuktikan bahwa sektor pertanian ternyata bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.

Mardiana, salah satu agropreneur komoditas jamur tiram asal Maros, Sulawesi Selatan. Mardiana menyebutkan saat ini bisnis budidaya dan pengolahan jamurnya sudah menghasilkan omzet Rp 90 hingga Rp 120 juta setiap bulannya. “Padahal awalnya modal saya cuma satu juta rupiah,” ungkap Mardiana.

Usaha Mardiana sudah berlangsung selama sembilan tahun. Tiga tahun pertama, ia sempat kesulitan menembus pasar Makassar. Pada awalnya, pasar di sana belum menyambut positif produk jamur tiram yang dihasilkannya, karena bagi mayoritas masyarakat Makassar saat itu, jamur masih identik dengan racun.

Tapi Mardiana tak pantang menyerah. Dirinya yakin potensi untuk mengembangkan pasar jamur di Makassar masih sangat besar. Apalagi jamur sudah menjadi komoditas populer di Jawa dan Bali.

Maka pada tiga tahun pertama Mardiana fokus untuk membangun pasar bagi produknya. Berbagai strategi pemasaran dijalankan Mardiana agar jamur merang bisa diterima oleh masyarakat. Usahanya pun berbuah manis. Lima tahun terakhir, permintaan jamur Mardiana justru membludak.

“Saat ini produksi kami dua hingga tiga ton per bulan. Itu pun belum bisa memenuhi permintaan pasar. Padahal kami sudah bermitra dengan 30 petani. Jadi peluang untuk meningkatkan kapasitas bisnis masih sangat terbuka,” tuturnya.

Ads Air Haji

Dilansir dari Indonesia Entrepreneur, Mardiana sempat bekerja di sebuah perusahaan besar. Namun dia malah memilih menggeluti budidaya jamur. Meski menghadapi ketidakpastian, semangat, keuletan, dan kerja kerasanya membuat alumnus Fakultas Teknik Universitas Hassanudin ini berhasil mengangkat jamur menjadi lahan bisnis yang potensial. Berkat jamur pula, Madiana dapat memberdayakan ibu-ibu rumah tangga dan mahasiswa.

Menurut Mardiana, jamur tiram, jamur merang, maupun jamur kuping sebagai komoditas pangan belum dikenal akrab di masyarakat. Di Sulawesi juga belum ada pengusaha yang mengembangkan usaha jamur. Ia pun mencoba menangkap peluang tersebut. Oktober 2010 silam dengan modal awal Rp 25 juta, Mardiana mulai merintis usaha budi daya jamur. Meski ternyata jalannya tak semudah yang dibayangkan.

Inspirasi untuk menekuni usaha budidaya jamur ini muncul ketika Mardiana teringat kampungnya, di Desa Taeng, Kecamatan Palangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Di sana banyak penduduknya yang merantau. Akibatnya kondisi kampung jadi ‘mati’. Ada penduduk yang pulang merantau, tapi mereka tidak membawa perubahan banyak. Sejak itu, ia pun bertekad untuk menolong desanya.

Walaupun sudah mapan bekerja di LAPAN ( Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional), Mardiana rela korbankan pekerjaan tersebut. Padahal, masuk kerja di lembaga tersebut cukup sulit, sementara ia malah memilih sesuatu yang belum pasti. Lalu, ia pun melakukan riset soal usaha apa yang cocok dikerjakan di desanya. Ia berpikir, akan lebih baik jika mendapatkan usaha yang dibutuhkan orang tapi belum ada produsennya. Ternyata yang pas adalah budidaya jamur. Meskipun pasarnya sudah kelihatan tapi belum ada yang memproduksi.

Semua hal tentang ilmu budi daya jamur ia pelajari secara otodidak dengan mencari tahu sendiri di internet, berbagai literatur, dan video. Semuanya ia pelajari baik-baik selama 1,5 tahun. Ia pun juga memberdayakan ibu-ibu kampung agar lebih produktif. Mulanya memang tidak mudah mengajak mereka. Untuk mendapatkan kepercayaan dari ibu-ibu itu, Mardiana secara pelan-pelan berusaha menyesuaikan diri dengan budaya dan kebiasaan setempat.

Lalu ia juga memetakan potensi penduduk di kampung, membuat website agar mudah dicerna orang, juga brosur yang tepat sasaran agar orang tidak sekedar membaca lalu membuangnya di jalan. Kini, ibu-ibu tersebut malah sering diminta menjadi narasumber untuk pelatihan. Begitulah cara Mardiana menghargai mereka. Perusahaan yang dinamakan Celebes Mushroom lalu didirikan pada Oktober 2010. Produksinya dimulai sejak Januari 2011. Celebes adalah produsen jamur di Makassar khususnya untuk jenis jamur tiram, kuping, dan merang.

Keunggulan dari jamur-jamur tersebut adalah pembudidayaannya dilakukan dalam media tanam bahan organik tanpa pestisida. Kondisinya pun masih sangat fresh karena lokasi budidaya dekat dengan konsumen yang bermukim di wilayah Makassar dan sekitarnya. Jamur juga memiliki cita rasa yang enak, bernilai gizi tinggi, dan bermanfaat bagi kesehatan, serta dapat diolah menjadi berbagai macam menu masakan yang lezat.
Jamur pun juga dapat menyembuhkan penyakit, terbukti dari banyaknya klinik herbal yang memesan jamur karena merupakan makanan sehat. Kandungan tertentu dalam jamur dipercaya dapat menurunkan gula darah dan kolesterol, mencegah tumor dan kanker, menetralisir racun dalam makanan olahan, mencegah radang usus, menurunkan tekanan darah, serta antikarsinogen. (mh)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.