Portal Berita Online

Bupati Tegal Dukung Program Kostratani

0 8

TEGAL, KABARPANGAN.ID – Bupati Tegal Umi Azizah menyampaikan mendukung program Kementerian Pertanian (Kementan), yakni Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani). Sebab program tersebut menjadi solusi untuk mendorong bagi produktivitas pertanian dan petani di wilayahnya.

Hal itu disampaikan saat menerima kunjungan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, pada Rabu (09/09).

Umi Azizah mengungkapkan, Kabupaten Tegal telah melakukan maping komoditi sesuai zonasi wilayahnya yang ditata rapi. Terlebih, Kabupaten Tegal akan membidik penerapan Kostratani pada 18 Badan Penyuluh Pertanian (BPP).

Di tahun ini sedikitnya empat BPP yang ditunjuk sebagai role model Kostratani di Kabupaten Tegal. Beberapa BPP yang ditunjuk adalah Dukuh Waru dan Lebaksiu. Kandidat lainnya di antara Slawi, Talang, dan Bojong.

“Kami ucapkan terima kasih karena Kostratani juga masuk ke Tegal. Pertanian memang membutuhkan penyuluh dan petani yang lebih cerdas. Tantangan sektor pertanian semakin berat ke depan, apalagi ada Covid-19. Butuh terobosan dan inovasi baru. Kehadiran Kostratani akan mendorong produktivitas pertanian,” ujarnya.

Digulirkan di Kabupaten Tegal, Kostratani akan menjadi pengungkit produktivitas pertanian. Apalagi Tegal memiliki zonasi wilayah menurut peruntukan komoditi pertanian. Wilayah Jatinegara, Warurejo, dan Balapulang terkenal sebagai sentra produksi Beras dan Jagung. Daerah Bojong dan Bumijawa menjadi zona pengembangan hortikultura.

Sementara Kepala Badan PPSDMP Dedi Nursyamsi mengatakan, Tegal memiliki lahan pertanian yang menjanjikan. Luas lahan yang produktif saat ini sekitar 1,47 Juta ha. Selain, lahan keringnya mencapai 87.870 ha. Lahan produktif tersebut diusahakan oleh sekitar 75.995 petani. Mereka berlindung kepada sekitar 1.379 lembaga pertanian, dan 287 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

“Rapor pertanian Kabupaten Tegal memang mengesankan. Potensinya besar dengan kompetensi besar para stakeholder pertaniannya. Pertaniannya sangat sehat. Kemampuan produksi yang ada saat ini masih bisa digenjot lagi. Semua aspek memenuhi persyaratan. Kami akan memberi dukungan penuh,” ujar Dedi Nursyamsi.

Dedi menambahkan, potensi sumber daya manusia di Tegal semakin lengkap dengan dukungan para penyuluhnya. Jumlah totalnya ada 289 orang, lalu 24 persen di antaranya berstatus PNS. Menariknya slot besar 60 persen diisi penyuluh swadaya. (mh/kp)

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.