Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Cegah Pupuk Palsu Lewat Aplikasi Barcode Berbasis Ponsel

0 16

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan terobosan inovasi dengan memanfaatkan manajemen teknologi terintegrasi jaringan internet. Terbaru, meluncurkan aplikasi Barcode/QR Code yang diakses melalui ponsel untuk memastikan keaslian pupuk asli.

Direktur Perbenihan Takdir Mulyadi mengatakan, aplikasi barcode berbasis smartphone dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat untuk memberikan informasi peredaran benih secara cepat dan tepat. Yakni tentang informasi jumlah, mutu, varietas, waktu, tempat serta status benih terkini yang beredar di Indonesia.

“Aplikasi ini sangat diperlukan dan menguntungkan, karena dapat mengatasi permasalahan-permasalahan pemalsuan benih yang luar biasa marak, karena jika benih dipalsukan dan benih tidak tumbuh yang jelek adalah produsen benihnya. Hal ini untuk melindungi produsen dan petani pengguna benih,” katanya di Jakarta, Jumat (28/8).

Takdir menjelaskan, terbangunnya sistem ini selain meningkatkan kualitas layanan publik yang cepat, efektif, efisien, transparan, Kementan memberi kepastian jaminan mutu benih juga dapat ditelusuri, stok dan sebaran benih yang diproduksi dan beredar di dalam negeri.

“Hal ini sangat penting dan bermanfaat untuk pemerintah dalam mengambil langkah kebijakan tentang ketersediaan benih bermutu dalam negeri,” terangnya.

Ads Air Haji

Sementara itu Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi mengatakan, hadirnya aplikasi barcode berbasis smartphone ini merupakan implementasi dari kebijakan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL), di mana Kementan harus terus fokus meningkatkan pelayanan publik merespon cepat permasalahan pemalsuan benih yang sering terjadi dan beredar di masyarakat, sehingga ketersediaan benih bermutu terjaga.

“Saat ini, aplikasi ini masih tahap uji coba di lapangan dan tahap penyempurnaan serta melengkapi sarana prasarana yang mendukung penerapan aplikasi Barcode/QR Code,” ujarnya.

“Tahun 2021, semua benih bantuan pemerintah saya targetkan sudah menggunakan Barcode/R Code yang dapat di akses dan dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat secara luas,” tambah Suwandi.

Secara terpisah, Dodi, dari perusahaan benih jagung hibrida PT BISI mengaku sangat mendukung sistem aplikasi ini karena dapat mempermudah pihaknya dalam mengontrol peredaran benih, utamanya dalam mengetahui benih yang akan kadaluarasa dan jumlah stok benih yang beredar.

“Sistem ini mengingatkan masa berlaku benih perusahaan kami, dan sangat membantu perusahaan menjaga dan meningkatkan mutu benih,” tukasnya. (mh/kp)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.