Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Desinfeksi Total: Tidak Ada Lockdown di Kementan

0 7

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian (Kementan) Kuntoro Boga Andri mengklarifikasi tidak ada lockdown di Gedung Kementan, Pusat. Namun, hanya penutupan sementara karena tengah dilakukan desinfeksi. Sementara semua pekerja tetap bekerja dari rumah, dan proses desinfeksi berlangsung hanya beberapa hari.

“Kita perlu waktu untuk tindakan pencegahan dan antisipasi penularan lanjutan. Yang terdeteksi pun saat ini sudah ditangani dan isolasi mandiri,” ujar Kuntoro dalam keterangannya, Senin (24/8).

Sejak awal pandemi covid-19, Kementan telah membentuk satgas Covid-19 Kementan yang melibatkan dokter, tenaga medis. Satgas Covid-19 Kementan bertugas untuk melakukan tracing dan isolasi, agar penyebaran virus tidak meluas.

“Kami mengapresiasi gerak cepat tim satgas sehingga pegawai yang berpotensi terpapar virus Covid-19 bisa cepat terdeteksi,” ungkap Kuntoro.

Menurutnya, sudah menjadi prosedur tetap di lingkungan Kementan untuk melakukan rapid test secara berkala bagi pegawai yang masih bertugas di kantor maupun lapangan. Jika ditemukan hasil reaktif pada rapid test, maka satgas akan secepatnya melakukan uji swab lanjutan.

Langkah tim Satgas Covid-19 Kementan untuk mentracing dan memperketat deteksi memang perlu dilakukan karena sebagian besar pegawai Kementan masih aktif turun ke lapangan.

Ads Air Haji

“Kami tetap ke lapangan, melayani petani, peternak, dan masyarakat yang butuh dukungan Kementan meski saat ini masih pandemi. Yang pasti setiap ke lapangan kami dites secara rutin,” katanya.

Pembangunan pertanian, ungkap Kuntoro, memang tidak boleh berhenti. Apalagi sektor pertanian saat ini menjadi penopang bagi perekonomian nasional.

“Terbukti saat ini pertanian bertumbuh positif. Berkontribusi tertinggi bagi PDB. Karena petani masih bekerja, dan tugas kami memastikan mereka tetap bekerja. Pangan tidak bisa berhenti,” tegasnya.

Kuntoro menambahkan kerja keras insan pertanian di masa pandemi, dapat dilihat dengan bertumbuhnya PDB pertanian 16,4 persen pada kuartal II/2020. Ekspor pertanian pada Juli 2020 pun tetap tumbuh positif 11,7 persen dibandingkan Juli 2019. Padahal sektor lainnya seperti migas, industri pengolahan, serta pertambangan dan lainnya tumbuh negatif dibandingkan tahun lalu.

Dari sisi kesejahteraan petani, indikator Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) juga mengalami kenaikan. NTP nasional Juli 2020 sebesar 100,09 atau naik 0,49 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Sementara NTUP nasional Juli 2020 sebesar 100,53 atau naik 0,28 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.

Hingga saat ini, kekhawatiran tentang krisis pangan yang disebut Food and Agriculture Organization (FAO) berpotensi terjadi di banyak negara pun masih bisa diredam. Ketersediaan dan harga pangan masih stabil dan terkendali. (mh/kp)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.