Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Didukung Lahan Efektif, Aceh Timur Jadi Klaster Tambak Udang

0 13

ACEH, KABARPANGAN.ID – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan segera membangun percontohan model klaster kawasan tambak udang di Gampong Matang Rayeuk Kabupaten Aceh Timur seluas 5,1 hektar (ha).

Tambak udang ini akan dilengkapi dengan fasilitas seperti bak tandon, bak distribusi air baku, petak pemeliharaan, saluran buang dan panen, Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL).

“Kabupaten Aceh Timur memiliki potensi lahan yang efektif untuk dikembangkan menjadi kawasan budidaya udang, seperti terhindar dari potensi sumber cemaran serta didukung oleh sarana dan prasarana seperti jalan, listrik dan saluran irigasi,” kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (24/7).

Langkah ini, Slamet berharap dapat dikukung semua lapisan mayarakat Aceh maupun pemeritah daerah setempat.

“Saya mengajak pemerintah daerah untuk berkomitmen mengembangkan budidaya tambak udang kluster berkelanjutan ini,” ujarnya.

Dia menjelaskan, model klaster kawasan budidaya udang ini prinsipnya mengatur desain dan tata letak tambak udang yang terdiri dari petak pembesaran, petak tandon dan petak reservoir. Selain itu menggunakan benih dan sarana produksi yang berkualitas sehingga dapat meningkatkan produktivitas tambak

Ads Air Haji

Lanjutnya, dengan model kluster ini produktivitas bisa ditingkatkan serta mengedepankan pengelolaan teknis yang lebih terintegrasi dan ramah lingkungan, di samping manajemen pengelolaan yang dilakukan secara kolektif.

Slamet mencontohkan model budidaya udang berkelanjutan ini telah diterapkan dan terbukti berhasil seperti di Kabupaten Pasangkayu Sulawesi Barat yang mampu menghasilkan produktivitas sebesar 45 ton per ha.

Selain di Aceh Timur, model kluster kawasan tambak udang ini akan dibangun juga di beberapa kabupaten lainnya di Indonesia yaitu di Lampung Selatan-Lampung, Cianjur-Jawa Barat, Sukamara-Kalimantan Tengah dan Buol di Sulawesi tengah.

Saat ini, pihak KKP tengah melakukan harmonisasi regulasi dan aturan termasuk dengan para pemda agar mendorong kemudahan dan menjamin perlindungan guna terciptanya iklim usaha yang kondusif.

Sementara Ketua Kelompok Penerima Percontohan Tambak Kluster ini yaitu Kelompok Pembudidaya Ikan (pokdakan) Rahmat Rayeuk, Zakaria Husen berharap kedepannya tambak udang ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat setempat. Selain itu, dapat dicontoh masyarakat lainnya.

“Kami harap tambak ini menjadi contoh bagi kelompok-kelompok yang lain untuk turut menerapkan budidaya tambak berbasis kluster ini,” ujar Zakaria. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.