Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Diserang Patek, Petani Cabai di Blitar Gagal Panen

0 11

BLITAR, KABARPANGAN.ID – Petani cabai di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, diserang penyakit antraknosa atau dikenal patek. Akibatnya, banyak petanu gagal panen sehingga menimbulkan kerugian yang tidak sedikit.

Akibat patek, hasil produksi cabai diperkirakan mencapai hanya 20 – 90 persen terutama di musim penghujan. Penyakit patek pada cabai disebabkan oleh cendawan Colletotrichum capsici. 

Penyakit ini dapat menyerang semua fase buah cabai baik pada saat fase cabai masih muda maupun fase cabai sudah masak.

Untuk mengendalikan patek, UPTD BPTPH Provinsi Jawa Timur bersama Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit (PHP) Tulungagung melakukan gerakan pengendalian penyakit patek menggunakan agens pengendali hayati Trichoderma yang diselang-selingkan dengan Plant Growth Promoting Rhyzobacteria (PGPR). Upaya ini diaplikasikan setiap dua hari sekali.

Ads Air Haji

“Bantuan bahan pengendalian tersebut diharapkan dapat mengurangi serangan patek sekaligus mengurangi penggunaan pestisida kimia,” ujar Dirjen Hortikultura, Prihasto Setyanto dalam keterangannya, Rabu (12/8)

Dijelaskan Prihasto, bentuk bantuan ini hanya sebagai stimulan saja agar petani dapat beralih dari budidaya konvensional berbahan kimia ke budidaya ramah lingkungan.

“Tentunya dengan mengaplikasikan agens hayati dan pestisida nabati,” jelas dia.

Terpisah, Direktur Perlindungan Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf meminta UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH), Laboratorium  PHP dan Laboratorium Agens Hayati (LAH) agar lebih intensif lagi melakukan gerakan pengendalian Organisme Pengendali Tanaman (OPT) ramah lingkungan.

“Diharapkan penerapan budi daya cabai ramah lingkungan di Kabupaten Blitar dapat meningkat sehingga petani sedikit demi sedikit dapat mengurangi ketergantungan pada penggunaan pestisidia kimia sintetik,” pungkasnya. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.