Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Dongkrak Ekonomi Petani, Mentan SYL Genjot Ekspor Porang

0 17

SIDRAP, KABARPANGAN.ID – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) tengah fokus untuk mengembangkan tanaman porang, karena memiliki pasar yang menjanjikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Perihal ini, mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini melakukan penanaman perdana porang di kebun milik Dandim 1420 Kabupaten Sidrap dan mengunjungi kebun porang Kelompok Tani Semangat Milineal di Desa Talumae Kecamatan Watang Sidendreng, Sidrap, Selasa (28/7).

Diketahui, Sulawesi Selatan termasuk salah satu daerah yang gencar dalam mengembangkan tanaman porang yang hasil produksinya di ekspor. Pasar ekspor porang seperti ke Jepang, Taiwan, Korea dan China serta beberapa negara Eropa.

Selain Mentan SYL, penanaman Porang turut oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Wakapolda Sulawesi Selatan Brigjen Pol Halim Pagarra, Wakil Bupati Sidrap Muhamad Yusuf, Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan Syaharuddin Alrif dan jajaran Eselon I Kementerian Pertanian (Kementan).

SYL mengatakan akan mengembangkan porang di seluruh Indonesia. Untuk pionernya di Kabupaten Sidrap. Ditegaskan, dalam pengembangan budidaya porang ini, pihaknya tidak hanya fokus pada proses produksi, namun juga turut membangun industri pengolahan. Kementan mencanang model pengembangan pertanian yang maju yakni dalam setiap 1.000 hektar (ha) lahan, harus dibangun pabrik.

“Dengan demikian, pertanian ke depan kita pastikan maju dan mampu menghidupi pangan 267 juta jiwa rakyat Indonesia. Harga porang sangat bagus dan pangsa pasar ekspor terbuka lebar, jadi ayo kita tanam porang,” tuturnya.

Ads Air Haji

Data Kementan, periode Januari hingga 28 Juli 2020 ekspor porang sebesar 14.568 ton dengan nilai Rp 801,24 miliar. Dalam rangka pengembangan tanaman porang, pemerintah mengalokasikan pada tahun 2020 seluas 17.886 ha, yaitu di Provinsi Jawa Barat, jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, NTT dan Sulawesi Selatan. Sedangkan untuk Provinsi Sulawesi Selatan dialokasikan kegiatan pilot project porang seluas 10 ha dan pengembangan seluas 564 ha.

Kesempatan yang sama, petani muda porang sekaligus pembina Kelompok Tani Semangat Milineal Syaharuddin Alrif mengapresiasi Mentan SYL yang telah menginiasi budidaya porang dan Kementan sangat

optimal memberikan bantuan dan pendampingan teknologi.
“Luas lahan porong kami budidayakan ini 50 hektar. Hasil panennya bisa 150 ton per hektar dalam 8 bulan, dengan harga Rp 8.000 per kilogram, maka bisa dapat Rp 1,2 miliar. Total biaya hanya Rp 70 juta per hektar, jadi keuntunganya sangat besar,” ucapnya.

Karena itu, petani muda yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan ini mengajak masyarakat untuk mulai menanam tanaman porang. Pasalnya, porang harus dijadikan komoditas primadona ekspor Sulawesi Selatan.

Sementara Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi membeberkan budidaya tanaman porang dengan memanfaatkan lahan marginal atau lahan tidur merupakan sebuah terobosan yang cukup bagus, apalagi porang merupakan komoditas baru yang bernilai ekonomis tinggi. Ia berharap Kabupaten Sidrap bisa memiliki andil yang cukup besar untuk menjadi salah satu daerah yang sukses membudidayakan porang.

“Dukungan Kementan tentunya diberikan untuk Kabupaten Sidrap melalui bantuan sarana produksi, seperti benih dan maupun alat mesin pertanian. Kementan juga menyediakan fasilitas dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) sehingga petani memiliki modal bertani,” pungkasnya. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.