Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Dorong Ekspor, Kabupaten Sukabumi Kembangkan Pisang Bajo

0 27

SUKABUMI, KABARPANGAN.ID – Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa tengah mengembangkan komoditas hortikultura pisang Barangan Jumbo (Bajo). Kementerian Pertanian (Kementan) berharap bisa berkelanjutan bisa menembus skala ekspor.

Hal ini seperti yang disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) bahwa daya saing dakah kunci utama untuk meraih pasar ekspor sehingga perlu dilakukan kegiatan penambahan luas tanam melalui pengembangan kawasan, tata kelola pertanaman yang sudah ada, penerapan teknologi budidaya maju ramah lingkungan.

Di samping itu, juga fasilitasi sarana pasca panen dan jenis atau varietas pisang yang dikembangkan yang berbasis pada kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.

Tahun ini, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi melaksanakan pengembangan pisang Bajo dalam tahap demplot dengan luasan 2 hektar (ha) di Desa Warung Kiara, Kecamatan Warung Kiara.

Pengembangan varietas tersebut bekerjasama dengan PT Caraka Prima Sakti dalam memfasilitasi benih kultur jaringan. Sementara sarana produksi seperti pupuk dan lainnya difasilitasi APBN 2020.

Pada 2020 Kabupaten Sukabumi mendapat alokasi kegiatan APBN pengembangan kawasan pisang seluas 30 ha, 28 ha pisang Raja Bulu dan 2 ha pisang Bajo.

Pada acara Rembug Tani, Rabu (26/8), dilakukan penandatangan kerja sama antara Kelompok Tani penerima bantuan dengan PT Caraka Prima Sakti. Acara juga diisi dengan serah terima benih pisang yang diikuti acara penyerahan kartu tani kepada para petani oleh sekretaris daerah Kabupaten Sukabumi.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Sukabumi Iyos Somantri memberikan apresiasi kepada Direktorat Jenderal Hortikultura, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi dan PT Caraka Prima Sakti sehingga MoU ini dapat terlaksana.

Ads Air Haji

Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto sangat mengapresiasi kegiatan ini.

“Kita harapkan ini akan terus berlanjut sehingga akan meningkatkan produksi pisang berskala ekspor. Sukabumi selama ini dikenal dengan pisang ambon, tanduk, raja dan lainnya, nantinya juga akan dikenal sebagai penghasil pisang bajo,” ujar pria yang akrab dipanggil Anton ini.

Anton menjelaskan di masa pandemi ini peluang ekspor produk hortikultura tetap terbuka lebar, terutama pisang karena diyakini dapat meningkatkan imun tubuh.

“Permintaan ekspor pisang saat ini sangat tinggi namun ketersediaannya belum mencukupi, terlebih permintaan di dalam negeri terutama sebagai bahan diversifikasi pangan,” lanjut Anton.

Diharapkan dengan adanya pengembangan kawasan pisang ini, kata Anton, dapat menjawab semua permintaan akan ketersediaan produksi pisang.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Sudrajat menyatakan jajarannya akan terus mengawal dan mendampingi program pengembangan kawasan pisang Bajo.

“Kesepakatan harga pisang yang diperoleh antara kelompok tani dan PT Caraka Prima Sakti yaitu Rp 4.500 per kilogram (kg). Berat 1 sisir pisang barangan Bajo antara 2 – 3 kg. Harga yang disepakati tersebut tentunya sangat menggembirakan petani,” ujar Sudrajat.

Pimpinan PT Caraka Prima Sakti Hasanudin menyakatan siap mendukung program ini dan terutama dari segi pemasaran.

“Prospek pemasaran pisang Bajo cukup baik terutama untuk ekspor ke Malaysia. Ke depan kami akan terus menjalin kemitraan dengan kelompok tani sampai mencapai luasan 100 ha,” tukasnya. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.