Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Dorong Gratieks, Mentan SYL Lepas Ekspor Komoditas Pertenakan ke Jepang

0 8

CIKARANG, KABARPANGAN.ID – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) melepas ekspor produk daging olahan ke Jepang sebanyak 6 ton. Ini menunjukkan standar kualitas produk peternakan Indonesia diakui dunia.

“Kami mengapresiasi kepada PT. Malindo Food Delight yang telah mampu membaca peluang dunia usaha secara global, dengan menghasilkan produk yang mampu menembus pasar ekspor,” ujar Mentan SYL saat melepas ekspor perdana Produk Daging Ayam Olahan, Cikarang, Jawa Barat, Selasa (1/9).

Dalam kesempatan itu, Mentan SYL juga mengajak semua elemen untuk terus mendorong terus Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Pertanian (GRATIEKS), dengan membuka peluang ekspor bagi peternak-peternak Indonesia dengan terus berupaya mengkonsolidasikan kepada semua pihak, baik pemerintah daerah, dan pelaku yang bergerak di sektor pertanian dari hulu hingga hilir agar bersatu dalam menyediakan pangan.

“Kondisi ini, harus mampu memacu semangat anak bangsa untuk produktif dan menjadikan komoditas pertanian Indonesia unggul dalam mengisi pasar dalam dan luar negeri,” tuturnya.

Ads Air Haji

Mentan SYL mengatakan, lompatan ekspor komoditas peternakan Indonesia hingga saat ini telah mampu menembus pasar internasional, di antaranya daging ayam olahan, Day Old Chick (DOC), Hatching Egg (HE), sarang burung walet, pakan ternak, obat hewan, daging wagyu, produk susu olahan, ternak babi, kambing dan domba hidup sampai ke produk larva kering (Black Soldier Fly).

Produk-produk tersebut tembus ke berbagai negara seperti Jepang, Myanmar, PNG, Timor-Leste, Malaysia, Inggris, Australia, Benin, Tiongkok, Hongkong, Taiwan, Singapura, Korea, Vietnam, Perancis, dan lainnya, hingga totalnya mencapai 97 negara di dunia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kinerja ekspor komoditas peternakan pada tahun 2020 periode bulan Januari-Juli tercatat mencapai 174.946 Ton dengan nilai USD 466.551.720 atau setara Rp 6,88 T. Kelompok Pangan Segar dan Olahan merupakan komoditas ekspor peternakan yang terbesar dengan volume dari Januari hingga Juli 2020 mencapai 84.789 ton dengan nilai USD 334.344.516 atau setara Rp 4,9 triliun.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nasrullah menjelaskan, dari data ekspor peternakan tersebut jika dibandingkan dengan periode yang sama (Januari-Juli) pada tahun 2019 (yoy), volume ekspor saat itu sebesar 143.035 ton dengan nilai USD 374.864.463.

“Dari angka tersebut sehingga terjadi peningkatkan yang signifikan pada volume ekspor sebesar 22,3 persen dan nilai ekspor naik sebesar 24,4 persen,” tukasnya. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.