Portal Berita Online
Ads Beras Haji

DPR Sebut Ada Oknum Distributor pupuk di Pemerintahan

0 25

Jakarta, Kabarpangan.id – Permasalahan pupuk subsidi yang acap terjadi di Tanah Air, diduga ada oknum distributor pupuk bersubsidi yang bermain di pemerintahan. Pasalnya, pupuk penyaluran pupuk subsidi melibatkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) di bawah Kementerian Koordinator Bidang (Kemenko) Perekonomian.

“Ada oknum juga di Lapangan Banteng, Kemenko (Perekonomian) jadi distributor pupuk karena ada urusan dengan Kemendag,” kata Sudin dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Kementerian Pertanian, Kemenko Perekonomian, PT Pupuk Indonesia dan Himbara, di Ruang Sidang Komisi IV, Komplek DPR, Jakarta, Senin (18/1/2021).

Sudin mengatakan PT Pupuk Indonesia Holding Company (Persero) atau PIHC harus bertanggung jawab bila dugaannya tersebut benar adanya. Sebab, PIHC bertanggung jawab sebagai penentu agen distributor pupuk bersubsidi.

“Yang bertanggung jawab PT PI (Pupuk Indonesia) dong, dari pabrik, dari petani sampai pabrik lagi itu tanggung jawab PT PI,” kata dia.

Ads Air Haji

Sehingga bila ada agen atau pengecer pupuk bersubsidi yang ‘nakal’, maka PT PIHC harus bertanggung jawab. Sebab selama ini bila ada masalah dalam distribusi pupuk yang ditangkap pihak berwajib hanya distributor.

“Selama ini kalau ada masalah yang ditangkap distributor, bawa ke polisi atau kejaksaan,” ucapnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Pupuk Indonesia Achmad Bakir Pasaman membeberkan kesiapan perseroan dalam menyalurkan pupuk bersubsidi dan non subsidi di tahun 2021.

Terhitung, stok awal dan prognosa produksi pupuk di tahun 2021 mencapai 15,47 juta ton. Sementara hingga 16 Januari 2021, stok pupuk bersubsidi mencapai 1,21 juta ton (stok lini 3 produsen).

“Untuk UREA stok awal dan prognosa produksinya 8,7 juta ton, dengan alokasi subsidi sesuai anggaran 2021 4,61 juta ton dan non subsidi 3,8 juta ton. Total 7,9 juta ton, sehingga untuk UREA masih ada cadangan untuk 2022 sebesar 782 ribu ton,” kata Achmad. (mh)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.