Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Dukung Kostratani, Sumenep Kembangkan Komoditas Mangga

0 6

SUMENEP, KABARPANGAN.ID – Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendukung program Kementerian Pertanian (Kementan) Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) yakni mendorong gerakan produksi, daya saing dan ramah lingkungan hortikultura (Gedor Horti) dengan mengembangkan buah mangga di Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Dedi Nursyamsi mengatakan, Kostratani termasuk dalam program utama Kementan.

“Di antara 10 Program utama kementan, salah satunya adalah Pengembangan Kostratani,” ujar Dedi di Sumenep, Kamis (20/8).

Program lainnya, lanjut dia, adalah fasilitas pembiayaan, infrastruktur, alat mesin pertanian (alsintan), dan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Kemudian peningkatan produksi tanamam pangan melalui pengembangan kawasan Berbasis korporasi (Propaktani), dan pengembangan kawasan hortikultura (sayuran, tanaman obat, buah-buahan dan porkutura) berdaya saing (Gedor Horti),” paparnya.

Ads Air Haji

Koordinator penyuluh pertanian Kecamatan Kalianget Dewo Ringgih mengatakan, wilayahnya memiliki potensi lahan tidur dan lahan marginal yang cukup luas, dan merupakan daerah penghasil buah mangga.

“Di Kabupaten Sumenep, saat ini komoditas buah mangga yang banyak dibudidayakan adalah jenis mangga manalagi. Akan tetapi selama ini proses budidayanya belum dilakukan secara intensif. Petani menggangap buah mangga manalagi belum dapat meningkatkan pendapatan, karena harga jual yang rendah pada saat musin panen tiba,” ujar dia.

Sehingga, lanjut dia, dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar untuk meminimalisir jatuhnya harga pada saat musim panen maka dipilih mangga yang sangat dicari dan disukai konsumen yaitu mangga jenis garifta merah, garifta orange dan agrigardina.

“Permintaan pasar akan ketiga jenis mangga ini masih sangat menjanjikan dengan harga yang cukup tinggi baik di pasar tradisional maupun pasar modern,” ucapnya.

Tahun ini, kata dia, sudah dilakukan penanaman buah mangga dari ketiga jenis tersebut sebanyak 1.300 pohon dan akan dibudidayakan secara intensif di lahan tidur atau marjinal yang ada di Desa Kalianget Barat.

“Selain dibudidayakan secara intensif, rencana kedepannya akan diterapkan metode smart farming yang berbasis Intertet of Things (IoT) mengingat lokasi lahan yang ditanami berada dalam satu hamparan sehingga sangat memungkinkan untuk menerapkan metode tersebut,” tukasnya. (mh/kp)

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.