Portal Berita Online

Ekonom: Untuk Bansos, Bisa Kerek Harga Daging Ayam

0 9

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Rusli Abdullah menyarankan agar harga ayam di tingkat peternak tidak anjlok, maka daging ayam bisa menjadi alternatif tambahan program bantuan sosial (bansos) pemerintah.

Rusli menjelaskan, permasalahan harga ayam selama ini adalah ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran. Indikator ini tercermin dari tidak adanya inflasi yang disumbang oleh komoditas daging ayam.

“Buat konsumen karena tidak perlu biaya tinggi, sementara bagi produsen akan menjadi masalah,” ujarnya, Kamis (10/9).

Diketahui, harga ayam hidup di tingkat peternak anjlok hingga jauh di bawah biaya pokok produksi yang sebesar Rp 19 ribu per kilogram (kg). Sementara rata-rata harga jual di bawah Rp15 ribu per kg, dan tentu saja menimbulkan kerugian yang besar bagi peternak.

Selain itu, lanjut Rusli, dampak pandemi Covid-19 juga menghambat distribusi produk pangan dari sentra ke pusat kota. Nah, di tengah banyaknya anggaran maka komoditas daging ayam bisa menjadi pilihan sebagai bansos bagi masyarakat yang kurang mampu.

Bansos daging ayam, kata dia, harus diutamakan untuk daerah-daerah padat penduduk. Sebab, penyaluran daging ayam harus cepat karena berpotensi busuk jika disimpan dalam waktu lama. (mh/kp)

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.