Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Ekspor Komoditas Sawit, Pisang, dan Kakao Kaltara Digenjot

0 9

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Karantina Pertanian Tarakan mencatat adanya peningkatan permohonan fasilitasi ekspor tiga komoditas pertanian yang cukup signifikan yakni masing-masing palm kernel, kakao biji dan buah pisang asal Kalimantan Utara (Kaltara).

Berdasarkan data pada sistem perkarantinaan, IQFAST Karantina Pertanian Tarakan, pada semester I/2020 permohonan sertifikasi ekspor ketiga komoditas pertanian, yaitu sub sektor perkebunan berupa produk turunan kelapa sawit seperti palm kernel sejumlah 14,85 ribu ton dengan nilai ekonomis Rp 76,77 miliar, kakao biji 10,79 ton dengan nilai Rp 331 juta dan sub sektor hortikultura berupa buah pisang sejumlah 38,5 ton dengan nilai ekonomis Rp 193 juta.

Sedangkan tahun 2019 pada periode yang sama permohonan sertifikasi untuk ekspor palm kernel sejumlah 7,2 ribu ton dengan nilai ekonomis Rp 14,85 miliar, kakao biji hanya 2 kilogram (kg) dengan nilai ekonomis Rp 100 ribu dan buah pisang tidak ada permohonan sertifikasi.

“Adanya dukungan penuh dari seluruh pihak baik pemerintah daerah (pemda) pelaku usaha dan petani maka Gratieks di Kaltara disambut baik dan berbuah hasil, peningkatan kinerja ekspor yang signifikan,” kata Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan, Akhmad Alfaraby, dalam keterangannya, Senin (7/9).

Menurut Alfaraby, selaku koordinator Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) di wilayah kerjanya, ia melakukan percepatan pelayanan tindakan karantina dan juga secara rutin memberikan bimbingan teknis pemenuhan persyaratan sanitari dan fitosanitari atau SPS Measure, sesuai yang dipersyaratkan negara tujuan ekspor.

Ads Air Haji

“Dan ini harus dipertahankan supaya ekspor berkelanjutan dan meningkat,” ucapnya.

Lebih lanjut Alfaraby menerangkan saat ini ekspor komoditas pertanian seperti palm kernel (inti Sawit) sudah dilakukan eksportir sedangkan kakao biji dan buah pisang masih diekspor perorangan. Sedangkan ekspor ketiga komoditas tersebut masih rutin ke Malaysia.

“Kami sedang melakukan koordinasi dan sinergisitas dengan instansi terkait baik itu pemerintah daerah maupun para eksportir supaya bisa bekerjasama meningkatkan ekspor komoditas pertanian Kaltara,” ungkapnya.

Alfaraby menambahkan lagi, selain ketiga komoditas tersebut, masih banyak komoditas pertanian asal Kaltara yang sudah memiliki pasar ekspor harus dipacu atau didorong supaya bisa ekspornya berkelanjutan dan meningkat secara kuantitas maupun kualitas.

Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Ali Jamil menyebutkan bahwa sejalan dengan tugas strategis yang diberikan menteria pertanian untuk mengawal Gratieks supaya ekspor komoditas pertanian meningkat, pihaknya juga melakukan sinergisitas dengan seluruh instansi pertanian dan pihak terkait di seluruh Indonesia. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.