Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Ekspor Salah Pondoh Sleman Menurun di Musim Covid-19

0 40

SLEMAN, KABARPANGAN.ID – Tanaman salak banyak berkembang di Sleman, Magelang, Padang Sidempuan, Karangasem, Enrekang, Lombok Barat dan beberapa daerah lain. Potensi pasar ekspornya terbuka lebar ke Cina. Salah satu nota kesepakatan yang diminta adalah buah yang berasal dari kebun dan packing house yang memiliki nomor registrasi.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo berharap angka ekspor buah lokal dapat terus meningkat. Dengan menumbuhkan ekspor di mancanegara, membuktikan buah lokal dapat bersaing dan berkualitas.

Kabupaten Sleman merupakan satu sentra utama salak pondoh di Provinsi Yogyakarta. CV Mitra Turindo merupakan eksportir yang memiliki packing house untuk pemasaran salak pondoh ke Kanada maupun negara yang lain.

“Pengiriman salak sebelum terjadinya pandemi Covid-19 biasanya dalam sebulan bisa mencapai 10-15 kali pengiriman dengan volume lebih dari 5 ton. Namun dengan adanya Covid-19, pengiriman menurun sekitar 30 persen. Selama awal bulan Maret sampai September, pengiriman baru tujuh kali pengiriman,” ujar Direktur CV Mitra Turindo, Suroto dalam keterangannya, Selasa (29/9).

Meskipun mengalami penurunan, kata Suroto, CV Mitra Turindo masih bisa mengekspor salak pondok sebanyak 4.600 kilogram (kg) ke Kanada pada September 2020. Dirinya menyebutkan bahwa perusahaanya memasarkan salak pondoh dari 13 kelompok tani yang tergabung. Di antaranya Poktan Kusuma Mulya, Kembang Mulyo, Sicantik, Sumber Mulyo, Muda Jaya, Sri Manunggal, Sedyo Makmur, Mekar Lestari, Sido Makmur, Sumber Makmur, Ngudi Makmur, Sari Madu, dan Poktan Tunas Muda.

Ads Air Haji

Kelompok Tani Kusuma Mulya adalah salah satu kelompok yang memproduksi dan memasarkan salak melalui CV Mitra Turindo. Kelompok tani ini terletak di Cepit, Sukorejo, Girikerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta.

“Lahan salak Kelompok Tani Kusuma Mulya kurang lebih seluas 2.84 hektar (ha) dan produksi 8 kg/rumpun. Selain dijual dalam bentuk segar, biji salak juga diolah menjadi kopi,“ ujar ketua II Kelompoktani Kusuma Mulya, Endang.

Endang menyebutkan salak pondok Poktan Kusuma Mulya telah mendapatkan sertifikat organik dari Control Onion Certification pada 21 April 2017 lalu. Selain itu, kebunnya mendapat Sertifikat Produk Prima-3 (aman dikonsumsi) dari Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada 18 Oktober 2012 dan telah diregistrasi kebun dengan nomor GAP 01-34.04.1383-T.050 tahun 2018 lalu.

Secara terpisah, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura Bambang Sugiharto mengungkapkan pentingnya penanganan pascapanen yang baik.

“Pemberlakuan Good Handling Practices di kelompok tani yang memasok salak pondok ke CV.Mitra Turindo diharapkan dapat meningkatkan mutu buah salak di Kabupaten Sleman dalam rangka memperluas pasar ekspor,” tukasnya. (mh/kp)

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.