Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Empat Jurus KKP Dorong UMKM Kelautan Perikanan Masuk E-Commerce

0 14

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong UMKM sektor kelautan dan perikanan memperluas pemasaran produknya melalui platform e-commerce.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM), Sjarief Widjaja, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Komunikasi Nasional (Forkomnas) Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) di Bogor yang diselenggarakan pada 28-29 Agustus 2020.

P2MKP atau penyuluh swadaya adalah pelaku utama yang berhasil dalam usahanya, yang dengan kesadarannya sendiri mau dan mampu menjadi penyuluh.

Saat ini, tercatat terdapat 250 pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan yang bergabung sebagai P2MKP dan membina masyarakat maupun UMKM sektor kelautan dan perikanan, baik melalui pelatihan, pemagangan, dan sertifikasi kompetensi SDM sektor KP.

Sjarief mengatakan, UMKM memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi raksasa. Ia bahkan mengungkapkan bahwa merek-merek besar seperti Gucci, Dior, dan Rolex pun ternyata diproduksi secara bersama oleh puluhan industri kecil yang membuat berbagai komponen berbeda.

“Meskipun begitu, produk-produk ini di-branding dengan bagus dan standar kualitas yang baik sehingga menjadi sebuah produk bertaraf internasional dan masuk ke pasar global,” ujarnya.

Terinspirasi akan hal itu, Sjarief mendorong agar UMKM sektor kelautan dan perikanan untuk dapat turut berkembang secara lebih luas di pasar. Ia pun membagikan empat langkah yang perlu dilakukan agar produk-produk UMKM kelautan dan perikanan dapat bersaing.

Pertama, memastikan kualitas produk yang dihasilkan. Dalam budidaya misalnya, satu ekor ikan nila yang diproduksi ukurannya harus pas memenuhi satu piring. Seluruh tubuh ikan pun tidak boleh bercacat, baik di bagian badan, sirip, maupun ekornya. Selain itu, jumlah produksinya harus rapi. Misalnya, pelaku usaha harus konsisten memproduksi 1 ton/Minggu.

Kedua, jaminan kontinuitas. Sjarief menekankan bahwa UMKM harus mengetahui secara persis target market-nya dan berapa banyak produk yang mereka butuhkan dalam jangka waktu tertentu. Hal ini dapat diketahui melalui riset pasar.

Ads Air Haji

Ketiga adalah jaringan bisnis. UMKM harus memelihara seluruh mitra bisnisnya dari hulu hingga hilir. Pasalnya, UMKM tidak dapat bekerja sendirian.

Terakhir, dia menekankan pentingya kerapihan manajemen usaha. Menurutnya, UMKM harus mulai menyusun manajemen keuangan yang baik. Cash flow usaha harus dihitung rapi dari hulu ke hilir. Pembayaran pun harus dilakukan tepat waktu.

“Selain itu, after sales yang diberikan para pelaku usaha juga harus baik. Produk harus dikemas dan diantar dengan baik hingga ke tangan konsumen,” tuturnya.

Senada Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP) Lilly Aprilya Pregiwati berharap agar rakornas kali ini dapat menyinergikan program dan kegiatan pelatihan dan penyuluhan sektor KP. Selain itu, ia berharap agar stakeholders terkait dapat bersinergi untuk mengimplementasikan program pemulihan ekonomi dari sektor riil di bidang kelautan dan perikanan.

“Mungkin banyak industri yang kolaps di tengah pandemi ini, tapi dalam catatan survei justru yang bisa survive itu UMKM,” ujarnya.

“UMKM ini berada di antara kita hari ini. Itu yang saya ingin bagaimana P2MKP yang juga adalah UMKM harus ikut maju berjuang bersama dengan UMKM lain binaannya,” lanjut Lilly.

Dalam kesempatan ini, dikukuhkan pula kepengurusan P2MKP periode 2020-2024. Ketua P2MKP terpilih, Sri Sulastri, menyatakan bahwa pihaknya siap membangkitkan kewirausahaan di sektor KP dan membangun ekonomi nasional.

“Kami siap mempersiapkan produk-produk kelautan dan perikanan yang sesuai standar mutu. Kami juga siap bersaing melalui teknologi digital 4.0 dan membangun kerja sama lintas K/L, CSR, dan BUMN,” ujarnya.

Sri pun berharap, rakornas ini menghasilkan program-program unggul, baik untuk jangka pendek maupun panjang. (mh/kp)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.