Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Fluktuasi Harga Pangan di Akhir Tahun

0 8

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Head of Research Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Felippa Ann Amanta mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai terjadi fluktuasi harga bahan pangan menjelang akhir tahun 2020.

Untuk dia, dia meminta pemerintah agar memastikan ketersediaan komoditas pangan.

Melansir data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga bawang putih terpantau fluktuatif antara Rp26.250-Rp26.800 per kilogram sejak awal hingga akhir September.

Sementara itu, harga daging sapi juga fluktuatif mulai dari Rp 116. 550-Rp 118.200 pada periode yang sama. Fluktuasi harga juga terjadi pada komoditas lain, seperti bawang merah dan daging ayam.

Harga komoditas cabai merah terus meningkat, yakni dari Rp29.400 di awal bulan hingga Rp36.600 di akhir bulan. Sementara harga beras cenderung stabil antara Rp11.800-11.850.

Ads Air Haji

Sementara beras, dia juga meminta pemerintah untuk memantau ketersediaan komoditas ini. Pasalnya, dampak perubahan iklim menyebabkan masa panen padi mundur di beberapa daerah.

“Meski harga beras cenderung stabil, antisipasi stok dan harga perlu dilakukan hingga akhir tahun. Belum lagi karena musim tanam kemarau biasanya hanya menghasilkan lebih sedikit. Ditambah dengan adanya perayaan Natal dan Tahun Baru yang akan datang, diprediksikan bahwa permintaan beras akan terus meningkat,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (29/9).

Saran dia, perlunya adaya koordinasi antara pihak terkait agar kenaikan komoditas pangan tidak berulang dari tahun ke tahun. (mh/kp)

Pihak Kementerian Pertanian (Kementan) sendiri, menyebutkan dalam menstabilkan harga komoditas pertanian, yakni salah satunya membangun Pasar Mitra Tani (PMT) di seluruh Indonesia, dan mengoptimalkan penyerapan produk pertanian.

“Dengan kehadiran PMT di seluruh Indonesia, maka pasokan ke masyarakat terjamin, dan harga tidak bergejolak,” ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan, Agung Hendriadi. (mh/kp)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.