Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Food Estate di Babel, Sarkem Berharap Ekonominya Menjadi Lebih Baik

0 12

BABEL, KABARPANGAN.ID – Sarkem, salah satu warga Purwokerto yang ikut program transmigrasi di masa pemerintahan Presiden Soeharto di desa Batu Betumpang, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Dia berharap proyek food estate yang akan dibangun di daerahnya dapat memperbaiki ekonominya, dan juga petani lainnya.

Sudah lebih dari 35 tahun ia meninggalkan kampung halamannya di Purwokerto. Di Babel, ia bersama suaminya, Syawal menggarap lahan seluas 4 hektar. Di lahan tersebut, ia budidaya beraneka macam komoditas pertanian, yakni padi, palawija hingga lada.

“Ada lahan 2 hektar milik saya dan 2 hektar sewa. Alhamdulillah bisa ditanami. Karena air di desa ini lumayan. Jarang kering,” ujar Sarkem, Rabu (26/8).

Hasil tanam selama 35 tahun, Sarkem bersama suami, mampu menyekolahkan ke-4 anaknya hingga ke jenjang perguruan tinggi.

Dia menceritakan, bahwa produktivitas padi di desa Batu Betumpang menurutnya terbilang rendah, satu hektar hanya menghasilkan 3 ton. Kendala besar yang dihadapi Sarkem dan petani lainnya adalah hama tikus.

“Aku dan petani lainnya kalau malam harus nge-ronda Pak. Biasanya pake kawat setruman. Pernah satu musim tanam, habis diserang tikus. Kita gagal panen,” tuturnya.

Ads Air Haji

Namun, hal itu tidak membuat Sarkem patah semangat untuk terus menanam. Apalagi di desa Batu Betumpang akan dilaksanakan program Optimalisasi Sawah dengan konsep Food Estate.

Ia mengatakan menyambut baik program tersebut. Ia berharap kehadiran program tersebut bisa meningkatkan produktivitas dan kemampuan petani dalam melakukan budi daya.

Apa yang telah Sarkem dan petani di Bangka Selatan lainnya lakukan sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo bahwa sektor pertanian harus terus berproduksi.

Sektor pertanian di masa pandemi Covid-19 merupakan solusi bukan saja dalam meningkatkan ekonomi rakyat juga sebagai penopang utama dalam memulihkan ekonomi nasional pasca pandemi.

Program ini merupakan sinergi antara pemerintah, pelaku swasta, dan masyarakat sebagai pemilik lahan maupun sebagai tenaga kerja. Nantinya, program ini bukan hanya ditujukan untuk pasar domestik, namun juga pasar internasional.

Saat ini, tengah dibangun Food estate di Provinsi Kalimantan Tengah dan Provinsi Sumatera Utara, dan kemudian akan dilakukan di beberapa daerah lain. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.