Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Food Estate di Humbahas Digarap Full Mekanisasi

0 11

HUMBAHAS, KABARPANGAN.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) akan menggarap kawasan Food Estate di Humbahas, Sumatera Utara dengan full mekanisasi. Pihak Kementan telah menyalurkan total 327 unit alat dan mesin pertanian (alsintan).

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Food Estate hortikultura menjadi salah satu program super prioritas Kementan pada tahun ini. Artinya program ini harus berjalan dan sukses di tahun ini.

“Kehadiran saya pada hari ini ingin memastikan bahwa Program Food Estate hortikultura di Humbang Hasundutan berlangsung sesuai rencana. Dengan begitu, saya bisa melaporkan dan meyakinkan kepada bapak presiden, sejauh mana kesiapan pemerintah daerah dan masyarakat Humbang Hasundutan menerima dan melaksanakan program Food Estate ini,” katanya, Jumat (11/9).

Mentan menegaskan, Food Estate di Humbahas akan dikelola secara full mekanisasi. Untuk itu, Kementan menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian sebanyak 327 unit. Terdiri dari traktor roda empat sebanyak 25 unit, traktor roda dua 100 unit, Pompa Air 100 unit, cultivator 100 unit dan excavator standar 2 unit.

“Saya minta alat dan mesin tersebut bisa dikelola dan disinergikan dengan alat mesin yang saat ini sudah ada, supaya pengolahan lahan bisa lebih cepat,” ujarnya.

Ads Air Haji

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian Sarwo Edhy mengatakan dengan mekanisasi, pengolahan lahan Food Estate di Humbang Hasundutan akan berjalan cepat.

“Penggunaan alsintan di pertanian ini sangat membantu. Karena, alsintan membuat kerja petani jauh lebih efisien dan efektif. Selain itu, alsintan bisa mendukung penambahan indeks pertanaman dan juga mendukung penngkatan produksi,” katanya.

Sarwo Edhy menjelaskan, traktor roda 2 dan roda 4 yang diberikan ke lokasi Food Estate di Humbang Hasundutan akan membuat pengolahan lahan jauh lebih cepat.

“Dengan cara konvensional, pengolahan lahan harus dilakukan dengan banyak orang dan makan waktu berhari-hari. Tapi dengan traktor roda 2 dan roda 4, hanya dibutuhkan seorang operator dengan waktu pengolahan lahan hanya hitungan jam,” ujarnya.

Komoditas utama yang dikembangkan, yakni meliputi kentang, bawang merah dan bawang putih. Skema yang dikembangkan adalah kemitraan dengan investor. Dengan begitu petani setidaknya mendapat tigas manfaat sekaligus, yaitu permodalan, teknologi budidaya dan jaminan pemasaran hasil. (mh/kp)

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.