Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Gara-gara Kalung Eucalyptus, Mentan di-Bully Habis-habisan

0 6

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Penemuan kalung antivirus Covid-19 oleh Kementerian Pertanian (Kementan) sempat heboh belum lama ini. Kalung yang terbuat dari tanaman eucalyptus ini dipercaya bisa mematikan virus corona. Gara-gara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengaku mendapat perundungan.

Mentan kembali menegaskan, bahwa kalung eucalyptus bukan sebagai obat, namun hanya untuk mencegah terpapar virus corona.

“(Gara-gara kalung eucalyptus) Aku di-bully habis, padahal orang pakai yang dari Jepang dan dari Korea,” ujarnya dalam video daring, Rabu (22/7).

Mentan menjelaskan, kalung antivirus tersebut merupakan hasil penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian (Balitbang Kementan). Dari 700 jenis pohon kayu putih, hanya satu diklaim bisa mematikan virus corona.

Ads Air Haji

Kalung tersebut, lanjut dia, jika dikenakan selama 15 akan membunuh 42 persen virus corona. Sedangkan bila dipakai lebih lama lagi atau sekitar 30 menit, bisa mematikan 80 persen virus corona di dalam tubuh.

Pasalnya, dari uji coba yang dilakukan terhadap orang yang positif Covid-19 ternyata mampu mematikan virus corona. “Yang jelas, Indonesia memiliki rempah-rempah dan tanaman obat yang dibutuhkan dunia. Misalnya, negara Turki, India, dan Italia,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Balitbangtan Kementan Fadjry Jufry mengklarifikasi bahwa kalung berbasis eucalyptus merupakan aromaterapi dan bukan antivirus Covid-19.

“Kita tidak over klaim. Izin dari BPOM memang tidak menyebut antivirus, sama di roll on eucalyptus ini tidak ada menyebut, karena memang harus melalui tahapan. Izin edar ini kan jamu,” kata Fadjry dalam konferensi pers virtual pada Senin (7/6).

Selain kalung, ada empat produk berbasis eucalyptus lainnya buatan Kementan, yakni roll on, inhaler, balsam, dan diffuser aromaterapi. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.