Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Genjot SDM Milenial Lewat Pendidikan Vokasi

0 32

Jakarta, Kabarpangan.id – Kementerian Pertanian akan memaksimalkan peran pendidikan vokasi pertanian untuk mendapatkan SDM milenial yang andal. Kehadiran generasi milenial dianggap memiliki peran penting. Sebab, tahun 2021 dinilai akan momentum penting mempercepat pemulihan ekonomi nasional dari dampak Pandemi Covid-19.

Selain itu, Kementerian Pertanian sebagai ujung tombak untuk menyediakan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia, akan terus berjuang menyejahterakan petani, serta menggenjot ekspor komoditas pertanian.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa pertanian adalah sektor yang sangat penting, terutama dalam menopang kemajuan ekonomi nasional. Menteri Pertanian menanamkan nilai perjuangan membangun pertanian maju, mandiri dan modern.

Sektor pertanian merupakan sektor yang eksis utama pada saat krisis pandemi Covid-19. “Pertanian menjadi kekuatan negara, karena makan bagi 267 juta penduduk Indonesia tidak bisa ditunda, makan tidak bisa menunggu, karena makan merupakan kebutuhan vital yang tidak boleh putus,” katanya.

Sedangkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan, bahwa guna mendukung pembangunan pertanian maju, mandiri dan modern, perlu dilakukan penyiapan, pencetakan SDM pertanian unggulan.

SDM yang kompetitif sebagai tenaga kerja pertanian andal dan unggul sebagai pengusaha pertanian milenial andal, kreatif, inovatif, professional, serta mampu menyerap lapangan pekerjaan sektor pertanian sebanyak mungkin. Hal itu disampaikan Dedi Nursyamsi dalam Koordinasi Teknis Pendidikan Tinggi dan Menengah Vokasi Pertanian, Rabu (13/1/2021) di Bigland Bogor.

Kegiatan ini mengangkat tema Optimalisasi Peran Pendidikan Vokasi Pertanian dalam Mendorong Milenial Meningkatkan Produktivitas Pertanian.

Ads Air Haji

“Pengusaha pertanian milenial diharapkan mampu menjadi resonansi, penggebuk tenaga muda di sekitarnya untuk menjadi SDM pertanian unggulan yang mampu menggenjot pembangunan pertanian menjadi pertanian maju, mandiri dan modern,” tutur Dedi Nursyamsi.

Dalam arahannya, Dedi Nursyamsi menyebutkan pentingnya peran Lembaga Pendidikan vokasi pertanian untuk membentuk SDM pertanian unggulan. SDM yang siap bekerja di dunia usaha dan dunia industri serta mencetak pelaku usaha pertanian andal, kreatif. Lembaga pendidikan vokasi juga harus menyiapkan professional dan mampu sebagai pengusaha pertanian milenial dengan semangat kompetisi tinggi di bidang usaha pertanian.

“Saat ini, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian berencana akan memagangkan duta petani milenial ke Jepang, dan melatih wirausaha pertanian serta membangun Lembaga Pendidikan vokasi pertanian di 34 provinsi,” katanya.

Ditambahkan Dedi Nursyamsi, untuk menjadi negara maju, hal utama yang perlu digenjot adalah SDM nya. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemantapan Pendidikan vokasi pertanian, mencetak lulusan yang berkualitas baik sebagai job seeker, job creator maupun pengusaha pertanian milenial.

“Upayakan agar semua lulusan bekerja, jangan justru menambah pengangguran baru,” katanya.

Dalam penguatan Pendidikan vokasi pertanian Dedi mengungkapkan perlu dilakukan strategi regenerasi dan penumbuhan minat generasi muda pertanian serta penyelenggaraan Pendidikan.

“Selanjutnya, BPPSDMP melalui Pusat Pendidikan Pertanian akan melakukan rencana rekrutmen 1000 petani milenial, fasilitasi marketplace DPM-DPA melalui Agrindotrade, penguatan peran DPM DPA dalam kegiatan strategis Kementerian Pertanian serta penguatan Kerjasama dengan PT Tsamarot,” tukasnya. (mh)

Leave A Reply

Your email address will not be published.