Portal Berita Online

Harga Gula Rendah, Petani Tebu Menjerit

0 10

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Petani tebu saat ini tengah menghadapi kondisi sulit. Penyebabnya harga gula lokal jatuh lantaran melimpahnya pasokan gula impor.

Keluhan itu disampaikan perwakilan petani tebu yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI).

Ketua Umum APTRI Soemitro Samadikoen mengatakan, banyak gula petani yang tidak laku terjual.

“Saat ini masih panen. Sejak bulan Juli, Agustus banyak yang belum laku, jadi hanya dijual ke importir gula saja. Itu pun yang sudah ada perjanjian penyerapan,” ujarnya, Senin (7/9).

Di sisi lain, Soemitro tak bosannya menyampaikan kepada pemerintah agar ada penyesuaian patokan harga pembelian gula, khususnya di tingkat petani. Diketahui, acuan pembelian harga gula di tingkat petani sesuai Permendag Nomor 7/2020 sebesar Rp 9.100 per kg. Adapun di tingkat konsumen maksimal Rp 12.500 per kg.

Dia juga mendesak harga gula untuk diperbaharui. Sebab sudah lima tahun terakhir tidak pernah diperbaharui.

“Petani menjerit, lima tahun harga tidak pernah naik. Tolong perhatikan nasib petani tebu, karena yang kena dampak Covid-19 bukan hanya UMKM, tapi petani juga,” tukasnya.

Mengutip Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga gula dalam lima hari terakhir cenderung statis di level Rp 13.650 per kg. Harga gula sebelumnya sempat melonjak hingga Rp 17.000 – Rp 18.000 per kg lantaran terjadi kelangkaan di sejumlah daerah. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.