Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Harga Jual Tinggi, Petani Bogor Didorong Tanam Padi Organik

0 7

BOGOR, KABARPANGAN.ID – Dinas Pertanian, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor, mendorong petani di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, untuk menanam pada organik. Hal ini karena harga jual yang tinggi dan produktivitas yang lebih besar.

Saat ini, di beberapa daerah sudah terlihat melakukan panen raya musim tanam April-September. Misalnya, di Desa Gandoang, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor melakukan panen raya padi organik dengan produktivitas 8,1 ton/hektar (ha) dan padi non organik dengan produktivitas 7,2 ton/ha.

“Di satu hektar sawah yang ditanami padi organik itu para petani berhasil memanen 8,1 ton. Sementara, di sawah yang ditanami padi nonorganik itu hasil panennya hanya 7,2 ton,” ujar Kepala Distanhorbun, Kabupaten Bogor, Kamis (10/9).

Siti mengatakan di saat musim kemarau Gabungan kelompok petani (Gapoktan) Gandoang Jaya melakukan raya padi. Hal ini terjadi karena di lokasi tersebut tersedia embung yang mampu mengirigasi air ke sawah milik petani.

“Alhamdulillah, di saat musim kemarau kami bersama Gabungan kelompok petani Gandoang Jaya masih bisa memanen raya padi. Hal ini bisa terjadi karena di lokasi ada embung hingga bisa mengirigasi air ke sawah milik petani tersebut,”katanya.

Siti menerangkan petani padi organik mendapatkan harga jual yang lebih tinggi dibandingkan petani padi non organik. Dengan produktivitas yang lebih tinggi, Distanhorbun saat ini menyarankan petani Kabupaten Bogor untuk beralih menanam padi organik.

Ads Air Haji

“Dengan hasil panen tersebut, kami pun menyarankan agar petani mulai beralih ke padi organik karena selain hasil panennya lebih banyak, harga jual padi organiknya juga lebih mahal hingga keuntungan yang didapat petani lebih besar,” ucap Siti.

Menurut Siti juga musim kemarau memengaruhi produksi padi terutama di wilayah Kecamatan Jonggol, Cariu, Tanjungsari maupun sekitarnya dikarenakan wilayah tersebut kebanyakan memiliki sawah tadah hujan.

“Saat ini di Bumi Tegar Beriman, sawah irigasinya lebih banyak dari pada sawah tadah hujan, namun untuk wilayah Kecamatan Jonggol, Cariu dan Tanjungsari yang banyak sawah tadah hujannya kita membutuhkan embung atau Waduk Cijuray,”

“Kita pun meminta bantuan pemerintah pusat, Balai Besar Wilayah Sungai Citarum atau Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk membiayai dan melaksanakan pemangunannya,” tutur Siti.

Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi berharap Kabupaten Bogor memiliki andil untuk menambah sumbangan produksi padi. Kementan tentunya akan selalu memberikan dukungan dukungan yang di butuhkan.

“Diharapkan setiap wilayah membuktikan komitmennya. Komitmen untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat,” tukasnya. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.