Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Harga Minyak Nilam Meroket

0 42

SULTRA, KABARPANGAN.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Karantina Pertanian Kendari mencatat adanya lonjakan harga jual minyak nilam ke pasar ekspor.

Dari informasi yang diperoleh dari pelaku usaha, saat ini harga minyak nilam dapat mencapai kisaran 600 hingga 700 ribu Rupiah per kilogram (kg).

“Tentunya hal ini memberi angin segar bagi petani nilam di Sulawesi Tenggara (Sultra), terlebih ditengah kondisi melemahnya segala sektor akibat pandemi, ” kata Kepala Karantina Pertanian Kendari, Prayatno Ginting dalam keterangannya, Minggu (4/10).

Menurut Ginting, komoditas ini akan dikirim ke Perancis melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Jawa Timur. Dia mencatat, hingga September 2020 pihaknya telah mensertifikasi sebanyak 41,6 ton minyak nilam yang dikirim ke berbagai negara melalui Surabaya.

Selaku otoritas karantina pertanian di Sultra pihaknya akan memastikan komoditas terbebas dari organisme penggangu tumbuhan dan gudang aman. Kemudian setelah melalui serangkaian tindakan karantina, diterbitkan sertifikat kesehatan antar area sebagai jaminan komoditas aman dari penyakit tumbuhan.

Ads Air Haji

Secara produksi, komoditas ekspor asal Sultra ini juga meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 5 ton saja. Apalagi ditambah harga minyak nilam meningkat tajam dari tahun tahun sebelumnya,” ucapnya.

Sebagai informasi, selain dalam bentuk minyak, nilam juga di ekspor dalam bentuk daunnya. Badan Karantina Pertanian mencatat secara nasional pada tahun 2018, daun nilam diekspor sebanyak 297,7 ton dengan nilai Rp 470 juta, tahun 2019 meningkat sebanyak 1.227 ton dengan nilai Rp 1,3 miiar. Di tahun 2020 terjadi penurunan volume yakni baru sebanyak 591,3 ton namun dengan lonjakan harga, nilai ekonominya dapat mencapai Rp 6,8 miliar.

Minyak Nilam atau sering dikenal secara internasional dengan Patchouli Oil merupakan salah satu jenis minyak atsiri. Minyak Nilam banyak dihasilkan di wilayah Sulawesi (Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan dan Gorontalo). Minyak nilam Indonesia sudah menjadi primadona di dunia, karena mutunya dikenal paling baik. Saat ini minyak Nilam Indonesia menguasai 90 persen pasar dunia.

Tidak hanya dalam bentuk minyak, dalam bentuk daun segarpun laris di pasar ekspor. Negara yang menjadi langganan ekspor minyak nilam Indonesia di antaranya Belanda, Malaysia, New Zealand, Amerika, Italia dan Jepang. Sementara yang menjadi langganan ekspor daun nilam di antaranya Cina, India, Korea Selatan dan Arab Saudi.

Sementara Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Ali Jamil menyampaikan, untuk menambah nilai ekspor komoditas pertanian, baiknya para petani mengolah terlebih dahulu hasil pertaniannya. Agar petani juga merasakan keuntungannya secara ekonomis.

Jamil berharap untuk ke depan ekspor nilam ini tidak lagi berupa daun melainkan sudah berupa minyak nilam. Karena nilai ekonomisnya sangat jauh berbeda. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.