Portal Berita Online

Heboh! Tanaman Cabai di Sumedang Melebihi Tinggi Manusia

0 16

SUMEDANG, KABARPANGAN.ID – Tanaman cabai di Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, ketinggiannya bikin heboh yang mencapai 2 meter atau melebihi tinggi manusia. Sebab tinggi cabai pada umumnya hanya berkisar 50-70 sentimeter saja.

Salah satu petani di Kabupaten Sumedang, Ading mengatakan, tinggi cabai hingga mencapai 2 meter merupakan cabai jenis Mhanu.

“Ini cabai varietas Mhanu. Produktivitasnya mencapai 13,5 ton per hektar. Ini karena masa panennya lebih panjang dibanding varietas lain yakni sampai 100 hari setelah panen pertama dengan intensitas panen 2-5 hari sekali,” ujarnya, Sabtu (5/9).

Berdasarkan data varietas dari Direktorat Jenderal Hortikultura, cabai Mhanu merupakan varietas cabai yang telah didaftarkan oleh CV Halbanero pada 2015 silam. Varietas tersebut sudah legal untuk diedarkan karena telah melalui proses sertifikasi benih. Sertifikasi benih menjamin benih bermutu yang sesuai dengan deskripsi/identitas varietas.

Penggunaan benih bermutu sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) untuk menghasilkan produksi pertanian berkualitas. Pun hal ini selalu diingatkan Dirjen Hortikultura, Prihasto Setyanto agar senantiasa memperhatikan mutu benih dalam setiap usaha tani.

“Produksi yang bagus berawal dari benih yang berkualitas. Gunakan selalu benih bersertifikat agar terjamin mutunya,” ujarnya.

Varietas tersebut memiliki ciri khusus pada bentuk buahnya yang dapat dibedakan dengan cabai varietas lain, yakni bentuk ujung buah yang tumpul dan terdapat lekukan serta penampang melintang buahnya yang bergelombang.

Cabai varietas Mhanu cocok ditanam di lahan dengan ketinggian 10-400 mdpl yang memiliki curah hujan sekitar 100-400 mm/bulan. Jarak tanam optimum yaitu 80 x 60 cm, pembuatan lubang dengan cara ditugal sedalam kira-kira antara 7-10 cm sesuai jarak tanam. Untuk penanaman cabai dipersemaian, siap dipindah tanam setelah berumur 15-17 hari atau telah memiliki 3 atau 4 daun.

Pemupukan diaplikasikan beberapa tahap dan dilakukan 7 hari sekali dengan dosis pupuk secara tepat. Umur 15 hari (saat pertumbuhan awal) menggunakan pupuk NPK dosis 30 kg/ha dengan cara dilarutkan air dengan dosis 100g/10 liter air dan tiap tanaman 50 cc. Umur 30 hari (saat vegetatif maksimal) menggunakan pupuk NPK (Phonska) dosis 40 kg/ha dicampur pupuk ZA dosis 20 kg/ha dengan cara ditugal tiap tanaman 3 gr/tanam. Umur 45 hari (saat fase generatif) menggunakan pupuk NPK dosis 40 kg/ha dicampur pupuk ZA dosis 20 kg/ha dengan cara ditugal 3 gr/tanam.

Tahap selanjutnya, untuk meningkatkan hasil produksi sebaiknya pemupukan dilakukan dengan interval 7 hari hingga panen habis, menggunakan NPK dengan dosis 20 kg/ha dengan cara ditugal dan tiap tanaman 1 gr/tanam.

Varietas Mhanu merupakan tanaman dengan tipe tumbuh tegak dengan ketinggian tanaman mencapai 150-200 cm, sehingga perlu diberi lanjaran atau turus untuk menopang tanaman, supaya pertumbuhannya dapat lebih baik. Lanjaran tersebut ditancap dekat tanaman pada saat tanaman telah tumbuh sekitar 14-28 hari sesudah tanam. (mh/kp)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.