Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Hilirasi Produk Sawit Harus Dioptimalkan

0 7

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Produk kelapa sawit Indonesia masih belum digarap secara maksimal. Hal ini dilihat dari nilai tambah produk sawit di pasar domestik dan luar negeri yang masih sangat rendah.

Mengenai hal ini, ekonom Sri Adiningsih mengatakan, persoalan fundamental ada di hilirisasi produksi kelapa sawit yang masih terbatas.

“Hilirisasi dari produk kelapa sawit ini harus benar-benar dilakukan sehingga jika kita bicara sawit bukan hanya Crude Palm Oil (CPO) saja, tetapi industri manufaktur yang memanfaatkan sawit semaksimal mungkin,” ujarnya di Jakarta, Kamis (23/7).

Lebih jauh dia mengatakan, kelapa sawit merupakan produk unggulan Indonesia yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk penciptaan lapangan kerja dan kesejahteraan. Diketahui, Indonesia menjadi eksportir kelapa sawit terbesar di dunia.

“Hilirisasi ini yang harus terus didorong, apalagi dengan potensi bioenergi yang besar ini menjadi masa depan kelapa sawit,” tuturnya.

Memang investasi di industri hilir tidak mudah, risikonya sangat besasr dan mahal. Meski demikian, hilirisasi sebuah keharusan dalam mengembangkan kelapa sawit yang berkelanjutan.

Ads Air Haji

“Secara umum memang tidak mudah. Dijual dalam bentuk CPO saja memang sudah memberikan keuntungan. Tetapi demi masa depan sawit, hilirisasi ini perlu didorong. Tentunya perlu dukungan dari pemerintah,” paparnya.

Kesempatan yang sama, Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) Derom Bangun mengatakan, untuk memperkuat memperkuat perdagangan minyak sawit Indonesia, antara lain dalam bentuk promosi dan iklan, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

“Pasar minyak sawit dan turunannya dapat didongkrak dengan meningkatkan promosi iklan perbaikan mutu dan penggunaan Bahan Bakar Nabati (BBN) yang lebih luas,” katanya.

Sementara Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Kasan mengatakan, ekspor CPO dan produk turunannya sejak awal awal Januari 2020 melemah.

Pada periode Januari-Mei 2020, ekspor CPO dan turunannya mencapai USD7,6 miliar memberikan kontribusi terhadap ekspor nonmigas sebesar 12,5 persen. Secara nilai, ekspornya meningkat dari tahun sebelumnya.

“Hingga Mei lalu kinerja ekspor sawit masih terdampak pandemi Covid-19. Tapi dari bulan Juni sudah mulai membaik karena negara-negara yang penanganan Covid-19 lebih awal telah pulih termasuk negara tujuan utama,” pungkasnya. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.