Portal Berita Online

HIPMI Ajak Anak Muda Berkecimpung di Bisnis Pertanian

0 29

JAKARTA, KABARPANGAN – Pelaku usaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mengajak pengusaha muda untuk berkecimpung dalam dunia bisnis pertanian. Pasalnya, sektor ini selain bernilai tinggi juga bisa menyelamatkan Indonesia dari krisis global akibat pandemi Covid-19.

“Sektor pertanian bisa kita seriuskan dengan mengajak anak muda masuk ke sana dan memaksimalkan program pemerintah,” kata Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Mardani H Maming, di Jakarta, Minggu (26/7).

Mardani mengatakan, perkembangan teknologi dan alat mesin pertanian yang begitu pesat membuat akses bisnis semakin terbuka lebar. Di samping itu, peluang tersebut juga bisa dimanfaatkan masyarakat untuk menerapkan konsep family farming dengan menjadikan lahan sempit dan pekarangan rumah sebagai lahan hidroponik dan aereponik.

“Seiring berjalannya waktu dengan berbagai macam teknologi yang ada, kita bisa lihat di perkotaan banyak inisiatif melakukan pertanian berskala besar dengan basis komunitas seperti hidroponik dan aereponik,” ujarnya.

“Konsep ini menurut saya bisa diterapkan di kota-kota padat penduduk karena hanya dengan memanfaatkan lahan sempit seperti pekarangan rumah. Saya kira inisiatif seperti ini sangat bagus dan perlu dikoneksikan serta dikolaborasikan dengan kebijakan yang tepat,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Anggawira mendorong para petani di seluruh daerah mulai memanfaatkan perkembangan teknologi dan informasi yang ada untuk meningkatkan produksi.

“Dengan teknologi dan informasi, para petani bisa langsung menjual hasil produksinya melalui marketplace. Nah inisiatif ini bisa kita kembangkan ke samping karena banyak kebutuhan lainya yang menjadi konsumsi sehari-hari. Misalnya di pemenuhan protein hewani,” katanya.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bidang Perdagangan Benny Soetrisno menuturkan, bahwa sektor pertanian adalah basis penting yang secara konkret berhasil menyumbang kontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi nasional. Terutama di saat krisis dan pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia.

“Contohnya, dari timur sampai barat kita punya kopi. Coklat bagus Sulawesi Selatan produksi utamanya coklat. Selain itu merica di Bangka Belitung jadi suplai dunia. Jadi pertanian kita ini sangat unggul sekali,” katanya.

Untuk itu, Benny mendorong para pengusaha agar mendukung dan terjun langsung pada bisnis yang bergerak di sektor pertanian. Apalagi, Indonesia memiliki kelebihan komoditi yang tidak dimiliki oleh semua negara.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo memperkirakan bahwa dalam dua tahun ke depan, bisnis yang masih bisa berjalan dengan baik adalah bisnis di sektor pertanian. Hal ini kata Mentan terlihat dari perkembangan ekspor yang terus meningkat setiap bulannya.

Sebagai informasi, neraca dagang pertanian surplus sebesar Rp 55,09 triliun. Dari angka tersebut, komoditas tanaman pangan menyumbang Rp 52,07 triliun, hortikultura Rp 11,81 triliun dan peternakan Rp 20 triliun. Kemudian disusul komoditas perkebunan yang menyumbang paling banyak yakni sebesar Rp 138, 76 triliun. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.