Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Indonesia Butuh Peran dan Solusi Para Pakar

0 8

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Sektor pertanian membutuhkan peran para peneliti dan pakar dalam bidang tanah, lahan dan iklim. Kontribusi mereka sangat penting dalam rangka merumuskan kebijakan pembangunan pertanian Indonesia yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Hal itu disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam pembukaan Seminar Internasional Pengelolaan Lahan Tropis yang Berkelanjutan 2020 yang digelar secara virtual,pada Rabu, (16/9).

“Dunia mengalami degradasi lahan dan terkena dampak perubahan iklim sehingga butuh solusi dari para pakar agar pertanian tetap tangguh,” ujar Syahrul.

Menurut Syahrul, para pakar pertanian juga patut berbangga dan bersyukur karena sektor pertanian telah membuktikan lebih tangguh di tengah gempuran pandemi Covid-19.

“Banyak negara masuk ke jurang resesi yang dalam. Perekonomian Indonesia juga ikut melemah, tetapi sektor pertanian tetap mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 2,19 persen,” kata Syahrul.

Para pakar dibutuhkan karena sejumlah tantangan masih dihadapi Indonesia. Sebut saja perubahan iklim telah meningkatkan ketidakpastian prediksi iklim dan curah hujan yang berdampak pada perubahan waktu tanam.

Ads Air Haji

Demikian pula meningkatnya permukaan air laut telah menyebabkan risiko salinitas tanah meningkat. Beberapa daerah melaporkan peningkatan banjir rob dan penyempitan garis pantai.

“Indonesia membutuhkan kontribusi dari para pakar untuk mengatasi persoalan tersebut,” ucapnya.

Indonesia sebagai negara tropis yang wilayahnya sebagian besar berombak hingga bergunung juga mengalami laju degradasi lahan yang tinggi.

“Curah hujan dan suhu tinggi menyebabkan proses erosi, dekomposisi, pelapukan dan pemasaman tanah berjalan sangat cepat,” kata Syahrul.

Bahkan penggunaan pupuk anorganik secara massif dan intensif sejak revolusi hijau ternyata bukan tindakan solutif. Kandungan bahan organik di dalam tanah cepat terkuras, menyebabkan tanah menjadi keras, akar sulit bernafas, biji sulit menjadi bernas.

Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr Fadjry Djufry M Si, mengakui persoalan pertanian tropis hanya dapat diatasi dengan inovasi teknologi dari para pakar dan praktisi yang bergelut langsung di lapangan.

“Praktisi pertanian dapat memberikan umpan balik agar inovasi teknologi para pakar sesuai dengan kebutuhan pertanian tropis,” ujar Fadjry. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.