Portal Berita Online

Indonesia Defisit Penyuluh Pertanian

0 10

JAKARTA, KABARPANGA.ID – Keberadaan penyuluh pertanian sangat penting dalam peningkatan produktivitas di sektor pertanian. Namun, dari sisi tenaga penyuluh peranian masih defisit. Kementan menyebut, idealnya setiap desa setidaknya memiliki satu penyuluh pertanian.

Di lapangan, saat ini satu penyuluh bisa bertanggung jawab pada dua sampai lima desa. Untuk itu, Indonesia membutuhkan 42.500 tenaga penyuluh pertanian baru.

Hanya saja, upaya dalam menambah jumlah defisit tenaga penyuluh pertanian kerap menghadapi sejumlah kendala. Oleh karena itu, pemerintah mengeluarkan UU Nomor 16 tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan.

Dikeluarkannya UU tersebut, maka menjadi dasar keberadaan penyuluh swadaya dan swasta yang lahir dengan prinsip partisipatif.

“Potensi universitas sebagai salah satu komponen masyarakat yang memiliki potensi besar dalam upaya mengatasi defisit penyuluh pertanian di Indonesia. Mahasiswa bisa menjadi gent of change yang turun langsung ke petani di lapangan untuk memberikan sosialisasi dan edukasi pertanian yang komprehensif,” ujar Direktur Bayer Indonesia, Mohan Babu, Rabu (16/9).

Berdasarkan UU tersebut, maka melahirkan kolaborasi antara Bayer dengan universitas melalui Bayer Safe Use Ambassador (BSUA). Dengan keterlibatan mahasiswa langsung ke lapangan, Bayer optimis BSUA dapat memberikan nilai tambah dan pengalaman pembelajaran langsung. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.