Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Indonesia Ekspor Minyak Sawit ke Cina Senilai Rp 117 M

0 8

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Indonesia kembali melakukan ekspor minyak sawit berupa Refined Bleached Deodorized (RBD) Palm Stearin ke Cina. Ekspor sebanyak 12 ribu ton dan RBD Palm Olein sebanyak 3 ribu ton dengan nilai Rp 117 miliar.

“Berkat adanya Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) Kementerian Pertanian (Kementan), minyak sawit asal Kalimantan Timur (Kaltim) tidak hanya dilalulitaskan secara antara area saja, tapi sudah diekspor,” kata Kepala Karantina Pertanian Samarinda, Cahyono dalam keterangannya, Rabu (19/8).

Menurut dia, keberhasilan minyak sawit asal Kaltim mampu menembus pasar Cina merupakan pencapaian penting, karena negara tujuan ekspor tersebut membuat persyaratan yang ketat harus memenuhi persyaratan Import Health Standar (IHS) dan ini harus dipertahankan supaya ekspor berkelanjutan dan meningkat.

Lebih lanjut Cahyono menerangkan, untuk mendukung Gratieks Karantina Pertanian Samarinda melakukan percepatan pelayanan tindakan karantina dan juga secara rutin memberikan bimbingan teknis pemenuhan persyaratan sanitari dan fitosanitari, SPS Measure, sesuai yang dipersyaratkan negara tujuan ekspor.

Ads Air Haji

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil menyebutkan bahwa sejalan dengan tugas strategis yang diberikan Mentan Syahrul Yasin Limpo untuk mengawal Gratieks supaya tren ekspor komoditas pertanian meningkat, pihaknya akan melakukan penguatan kesisteman perkarantinaan, seperti fasilitas pemeriksaan baik sarana dan prasarana laboratorium.

“Inilah adalah tugas kami untuk mengawal juga memastikan agar kesehatan dan keamanan produk pertanian yang dilalulintaskan harus dipenuhi sehingga terjamin dinegara tujuan,” kata Jamil.

Mengutip data IQFAST Karantina Pertanian Samarinda, permohonan sertifikasi untuk ekspor PKE dan cangkang kelapa sawit meningkat signifikan. Tercatat, semester I/2020 sebanyak 14,4 ribu ton PKE dengan nilai ekonomis Rp 64,8 miliar, dan cangkang kelapa sawit sebanyak 3,9 ribu ton dengan nilai ekonomis Rp 5,9 miliar.

Sedangkan selama tahun 2019, tercatat PKE hanya 5,9 ribu ton dengan nilai ekonomis Rp 26,7 miliar dan cangkang kelapa sawit tidak ada permohonan sertifikasi. (mh/kp)

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.