Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Indonesia Kembali Ekspor Bawang Putih ke Taiwan

0 7

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Setelah belum lama ekspor bawang putih di Brebes, kini Kementerian Pertanian (Kementan) kembali melepas ekspor komoditas holtikultura tersebut ke Taiwan. Ekspor kedua di masa pandemi Covid-19 ini dilakukan oleh salah satu eksportir di Tangerang Selatan.

Ekspor ini sebagai momentum kado terindah HUT RI ke-75 sekaligus Gerakan Tiga Kali Ekspor (GraTieks) yang digagas Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) terus bergulir.

Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto mengatakan bangga dengan capaian ini lantaran momentumnya tepat menjelang perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-75 serta di tengah upaya jajaran Kementan menggenjot pertumbuhan ekonomi melalui ekspor pertanian.

“Saya sudah buktikan sendiri, bawang putih lokal kita punya keunggulan aroma yang lebih kuat dibandingkan bawang impor. Rasa bawang (putih) lokal saat digigit rasanya kuat getir dan sangat pedas. Beda dengan bawang putih honan, kating bahkan bawang tunggal impor. Masih lebih kuat aroma bawang lokal kita,” kata Aton dalam keterangannya, Sabtu (15/8).

Ads Air Haji

Menurut Anton, kurun 3 tahun terakhir Kementan terus berupaya menggeliatkan bawang putih nasional melalui skema APBN, wajib tanam importir dan swadaya petani. Hasilnya cukup menggembirakan dengan kenaikan angka produksi dan luas tanam mencapai 300 persen.

“Ekspor bawang putih menjelang Hari Kemerdekaan RI ke-75 menjadi kado yang indah di tengah kekuatiran ekonomi nasional yang diakibatkan pandemi Covid-19. Selain itu, bisa memberikan optimisme petani untuk tetap semangat menanam bawang putih,” tandasnya.

Bawang putih sebanyak 12 ton asal Parakan Temanggung rencananya akan di ekspor ke Taiwan. Direktur Utama PT. Tajie Pratama Indonesia, Miming Juanita Tjugiarto mengaku senang dengan dukungan dari Kementan selama 3 tahun mengembangkan bawang putih di dalam negeri.

“Pasar bawang putih ini masih terbuka lebar. Saya baru bisa ekspor sebanyak 12 ton dari permintaan 500 ton dari Taiwan” ungkapnya. Dalam proses persiapan mulai dari pembersihan daun, akar dan kotoran tidaklah mudah dan cepat. Semua butuh proses dan tenaga kerja yang tidak sedikit,” pungkasnya. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.