Portal Berita Online

Indonesia Potensi Jadi Eksportir Vanili Terbesar di Dunia

0 15

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Produk olahan vanili Indonesia selama ini belum tergarap secara optimal di pasar global. Oleh karena itu, Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui para Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) tengah gencar mempromosikan produk-produk vanili bernilai tambah mengingat besarnya potensi Indonesia menjadi basis ekspor vanili terbesar di dunia.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Kasan berharap melalui Atase Perdagangan dan ITPC produk olahan vanili Indonesia bisa optimal masuk ke pasar dunia. Sebab, vanili Indonesia sudah diakui di mancanegara memiliki kualitas yang cukup baik,

“Hilirisasi dari pengolahan komoditas vanili, selain memberi nilai tambah dan meningkatkan daya saing, dapat memperbesar nilai ekspor vanili di Tanah Air. Untuk itu, kami mengharapkan peran strategis dari Atase Perdagangan dan ITPC untuk mempromosikan produk-produk vanili bernilai tambah,” kata Kasan dalam video virtual, pekan ini.

Menurut dia, selain sebagai sarana bertukar informasi, webinar ini juga diharapkan menjadi pintu peluang penjajakan kesepakatan dagang antara eksportir dengan buyer potensial. Nah, kondisi pandemi ini menjadi momentum transformasi digital untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam upaya peningkatan ekspor, salah satunya melalui penjajakan kesepakatan dagang virtual.

“Sebagai tindak lanjut dari webinar ini, Kemendag akan memfasilitasi temu bisnis daring para pelaku usaha Indonesia untuk menembus pasar internasional. Atase Perdagangan dan ITPC diharapkan dapat mempertemukan buyer potensial dari negaranya dengan eksportir vanili bernilai tambah dari Indonesia,”

Direktur Pengembangan Produk Ekspor Kemendag Olvy Andrianita menambahkan, bahwa pengolahan vanili menjadi produk bernilai tambah seperti ekstrak, sari, oleoresin, maupun bubuk, dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri kuliner. Selain itu, vanili juga dapat digunakan sebagai bahan baku kosmetik, parfum, herbal, dan minyak esensial.

“Selain hilirisasi, sertifikasi organik, keberlanjutan, ketertelusuran, dan transparansi vanili Indonesia juga perlu dikenalkan kepada buyer potensial mancanegara, terutama di Uni Eropa yang pasarnya terus bertumbuh. Penguatan akses pasar dan peningkatan investasi juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan perjanjian kerja sama perdagangan dengan negara akreditasi,” katanya.

Sementara Chairman Vanilla Institute sekaligus Ketua Dewan Vanili Indonesia John Tumiwa mengatakan, Indonesia harus mengembangkan produk turunan vanili, sehingga harganya akan tetap terjaga meski terjadi pelemahan harga.

“Ya, kita harus mengembangkan produk turunan vanili, sehingga saat terjadi pelemahan harga, kita tetap dapat menjual bahkan mengekspor vanili,” tukasnya.

Saat ini, terdapat lebih dari 110 jenis tanaman vanili di dunia. Namun, yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku industri makanan dan minuman olahan serta sebagai komoditas ekspor Indonesia adalah jenis Vanilla Planifolia.

Tahun 2018, biji vanili mencapai harga tertinggi mencapai USD 650 per kilogran. Sedangkan pada 2020, harga biji vanili terkoreksi menjadi USD 200 per kg. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.