Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Industri Tembakau Minus 10,84 Persen di Kuartal II/2020

0 8

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Kinerja Industri Hasil Tembakau (IHT) pada kuartal II/2020 di tengah pandemi Covid-19 terkontraksi minus 10,84 persen secara tahunan (year on year/yoy). Kontraksi ini lebih dalam dari kondisi industri pengolahan secara keseluruhan yang mengalami minus 6,19 persen secara yoy.

“Industri pengolahan tembakau pada kuartal kedua tahun ini memang turun tajam hingga minus 10,84 persen. Sama dengan sektor transportasi kontraksinya cukup dalam,” ujar Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono dalam video daring, Sabtu (5/9).

Kondisi ini, kata dia, tercermin dari belum membaiknya capaian atas Purchasing Manufacturing Index (PMI). Sementara sektor industri lain capaian PMI mulai menuju ke level 50 sejak Juni lalu.

“Kontribusi industri pengolahan tembakau pada PDB Indonesia sampai awal 2020 ini masih di bawah 1 persen. Di atasnya ada industri makanan dan minuman mencapai 6,52 persen,” ungkapnya.

Harapannya, kinerja IHT segera kembali pulih dalam waktu dekat seiring dengan aktivitas masyarakat dan bisnis yang mulai bangkit di era tatanan baru ini.

Ads Air Haji

Terpisah, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, kenaikan cukai yang akan diberlakukan pada 2021 nanti bertujuan untuk pengendalian konsumsi rokok.

Dia menyebutkan, pada 2021 nanti pemerintah menargetkan penerimaan cukai senilai Rp 178 triliun. Nilai ini naik dari tahun 2020 sesuai Perpres 72/2020 sebanyak Rp 172,2 triliun.

“Kenaikan cukai rokok, akan tetapi tetap menjaga policy selama ini bagaimana cukai itu mengurangi konsumsi rokok tapi kami tetap menjaga sisi ketenagakerjaan dan dari petani,” katanya.

Mengenai besaran cukai rokok, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini belum bisa memastikan. Hanya saja, dia menegaskan pemerintah akan memperhatikan kelangsungan tenaga kerja dan petani tembakau.

Pemerintah sebelumnya telah menaikkan cukai rokok pada 1 Januari 2020. Cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok naik sebesar 23 persen. Harga jual eceran rokok (HJE) pun ikut terkerek sebanyak 35 persen. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.