Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Jaga Imunitas Saat Covid-19, Konsumsi Produk Pangan Sehat

0 11

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Belakangan ini masyarakat di dunia, termasuk di Indonesia mulai ekstra memperhatikan kesehatan. Karena sampai saat ini belum ada obat untuk menangkal virus corona atau Covid-19. Salah satu usaha yang dilakukan, yakni mengonsumsi pangan sehat sehingga bisa menjaga imunitas atau daya tahan tubuh tetap terjaga dengan baik.

Hal tersebut disampaikan Haris Syahbuddin, Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (Kementan) Fadjry Djufry saat Webinar bertema “Menu Sehat Menunjang Kesehatan Masyarakat Menuju Era Industri Pangan” Bogor, Selasa (28/7).

Kepala Balitbangtan mengatakan Kementan sangat concern terhadap isu pangan, terutama dalam hal pola makan sehat, dan juga hal-hal yang terkait dengan food loss dan food waste. Terjadi peningkatan yang signifikan pada permintaan makanan siap saji akibat perubahan preferensi produk olahan pangan.

Melihat permasalahan ini Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam rangkaian acara Healthy Street Food Festival akhir tahun lalu menyampaikan perlunya pemikiran dan kerja keras semua pihak, termasuk komitmen generasi milenial untuk menghadirkan solusi yang terjangkau dalam menerapkan pola pangan sehat di masyarakat.

Pangan sehat, lezat dan berserat, lanjutnya, harus menjadi panduan dalam perakitan teknologi olahan pangan ke depan, agar generasi mendatang tetap terjaga imunitas tubuhnya dengan asupan gizi yang seimbang dari produk olahan pangan yang dikonsumsinya.

“Bahan baku produk olahan pangan yang diperoleh dari hasil panen proses budidaya agar bisa diterima kalangan industri haruslah terjaga kontinuitas, kualitas, dan kapasitasnya. Kalau kontinuitas dan kualitas sudah terjamin, maka kalangan industri tidak ragu lagi akan meningkatkan kapasitas produksi bersumber bahan baku tersebut,” terangnya.

Ads Air Haji

Karena itu, peran Litbang sangat strategis di ke semua lini proses tersebut. Dari teknologi perakitan varietas yang dikehendaki kalangan industri, teknologi budidaya agar efisien biaya dan optimal panen, prosesing panen dan pascapanen, hingga teknologi pengolahan menjadi produk siap saji bahkan produk siap santap diperlukan guna memenuhi selera dan preferensi konsumen dan permintaan pasar.

Kesempatan yang sama, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman mengatakan, saat ini banyak negara maju yang mengembangkan natural food. Indonesia memiliki banyak sekali tanaman pangan yang bisa dihasilkan untuk natural food dan bernilai tambah.

“Di dunia industri dan masyarakat, nilai tambah menjadi penting karena ada story, penanganan secara teknologi dan branding sehingga kadang dari tanaman yang murah bisa dijual mahal dengan nilai tambah yang baik misalnya jamu-jamuan,” terangnya.

Menurut Adhi, sekarang orang lebih mementingkan food safety dan instagramable, serta health benefit yang jelas. Rekomendasi health benefit ini harus terus dikembangkan.

Di Indonesia sudah banyak produk pangan olahan yang diproduksi untuk menjaga kesehatan secara natural. “Ini menjadi peluang bagi Indonesia bagaimana mengembangkan tanaman-tanaman pangan yang bisa dikembangkan untuk kebutuhan industri pangan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Daeng M Faqih mengatakan, bahwa Kementan memiliki peran stategis dalam menciptakan ketahanan pangan di Indonesia. Sebab, indikator sebuah ketahanan bangsa atau negara itu sangat berkaitan pemenuhan gizi dan ketahanan pangan.

“Sebab dalam gizi seimbang ada lima unsur penting yang harus dikonsumsi yaitu unsur yang mengandung kalori, lemak, protein, vitamin dan mineral, serta air. Kalau orang kekurangan asupan makanan bergizi maka daya tahan tubuhnya akan kurang,” pungkasnya. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.