Portal Berita Online

Jelang Panen Raya, Petani Jember Kendalikan Wereng

0 13

JEMBER, KABARPANGAN.ID – Di beberapa kabupaten di wilayah Jawa Timur tidak lama lagi akan memasuki panen raya. Petani setempat telah melakukan pengawalan untuk mendapatkan hasil yang optimal. Mulai dari persiapan lahan hingga pengelolaan tanaman yang baik telah diupayakan.

Pengawalan tanaman dilakukan untuk mengantisipasi serangan hama penyakit tanaman, karena keberadaan hama penyakit berpotensi menurunkan hasil panen.

Pasalnya, pada akhir bulan Juli lalu, beredar berita yang mengabarkan tentang adanya serangan hama wereng coklat di wilayah Kabupaten Jember. Puluhan hektar tanaman padi di Kecamatan Ambulu terancam gagal panen karena adanya serangan wereng cokelat. Menanggapi kabar tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan segera memverifikasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait di daerah.

Koordinator Pengendali Orgainisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Jember Mukrom menjelaskan, berita tentang serangan wereng tersebut tidak sepenuhnya benar. Berdasarkan laporan Petugas POPT diketahui bahwa serangan wereng padi hanya seluas 1 hektar (ha) saja. Apabila dibandingkan dengan luas tanaman padi di Kecamatan Ambulu 80 ha, maka serangan tersebut relatif kecil 1,25 persen.

“Pengamatan hama di lapangan dilakukan secara berkala dan surat peringatan dini hama wereng telah dikeluarkan pada tanggal 23 Juli 2020. Sekarang pada awal Agustus ini, populasi wereng di lapangan aman terkendali sehingga Insyaallah tidak akan berpengaruh pada tanaman padi yang dua Minggu lagi akan dipanen,” jelas Mukrom di Jember, Rabu (12/8).

Sementara itu, Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Timur Irita Rahayu Aryati menyebutkan, populasi hama wereng secara alami memang ada di lahan. Selama populasinya rendah, maka tidak perlu dikhawatirkan karena pengendalian secara alami berjalan. Namun apabila populasinya di atas ambang pengedalian, maka perlu dikendalikan.

Lanjut Irita, luas serangan hama wereng di Kabupaten Jember tercatat 25,5 ha. Dengan demikian hanya 0,06 persen dari total luas tanaman padi 40.761 ha.

“Kami memastikan bahwa petugas kami di lapangan telah melaksanakan prosedur operasional standar dan melakukan upaya pengendalian untuk mengantisipasi serangan hama wereng di lapangan, termasuk di Jember,” jelasnya.

Terkait hal ini, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Edy Purnawan mengapresiasi upaya UPT Proteksi Tanaman Pangan Provinsi Jawa Timur beserta jajaran petugas lapang atas kesigapannya dalam melaksanakan tugas pokok pengamanan pertanaman padi di lapangan. Pengamatan dini dan tindakan pengendalian yang tepat merupakan kunci keberhasilan pengawalan pertanaman.

“Dengan upaya pengamatan dini dan tindakan pengendalian yag tepat, maka serangan hama penyakit tanaman dapat dikontrol sehingga tidak berpengaruh pada produksi padi di daerah,” pungkasnya. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.