Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Kabupaten Batang Terus Perluas Lahan Tanam Bawang Putih

0 6

JAKARTA, KABARPANGAN.ID –  Kabupaten Batang, Jawa Tengah, akan terus memperluas lahan untuk tanaman bawang putih. Luasan saat ini sekitar 115 hektar (ha).

Di Kabupaten Batang, produksi bawang putih selalu meningkat setiap tahun. Seperti, di Desa pranten, Kecamatan Bawang dengan produktivitas yang cukup mencengangkan, 17 ton per ha.

Program tanam bawang putih di Kabupaten Batang ini sebenarnya telah berjalan kurang lebih dua tahun. Berawal di tahun 2018 seluas 50 ha, disusul 2019 seluas 275 ha. Kini pada 2020 mendapatkan kembali alokasi tanam 115 ha.

“Kami yakin dengan budidaya yang baik akan memberikan hasıl yang bermanfaat. Kabupaten Batang selalu melakukan ekspansi lahan baru. Luasan yang ada sekarang ini 115 hektar dan akan terus kami perluas,” ujar Wakil Bupati Batang, Suyono saat panen perdana APBN 2020, Sabtu (22/8).

Suyono meyakini bawang putih di wilayahnya akan terus berkembang, terlebih penyuluh pertanian berperan aktif untuk mengedukasi para petani hingga produktivitasnya tinggi, di atas produktivitas nasional, yakni 6 ha. Dulunya daerah ini terkenal dengan kentang, namun saat harga kentang jatuh dan ada penawaran tanam bawang putih dan harganya bagus, petani mulai tertarik menanam.

Ads Air Haji

“Ini sudah menghasilkan dan memenuhi kebutuhan dalam negeri. Pun dalam hal serapan anggaran, Kabupaten Batang termasuk tinggi. Artinya mampu mengalokasikan anggaran dengan maksimal,” jelas Direktur Perbenihan Hortikultura, Sukarman.

Sukarman menegaskan, luasan total lahan bawang putih nasional yang berkisar 10 ribu ha sudah mampu menghasilkan 88 ribu ton. Angka ini terbilang bagus dari total kebutuhan konsumsi 560 ribu ton. Untuk menghasilkan bawang putih berukuran besar dan mampu bersaing dengan bawang putih impor, lanjut Sukarman, petani perlu melakukan seleksi benih berkualitas berikut perlakuan budidaya yang baik.

“Lokasi panen yang tepat berada di kaki Lereng Gunung Dieng ini pemandangannya sangat indah. Selain bisa menghasilkan bawang putih berkualitas, juga bisa menjadi wilayah agrowisata. Insya Allah dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di sini,” ungkap Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Tommy Nugraha.

Tommy menyebutkan, petani bawang putih di Batang mendapat kekhususan tersendiri dalam hal harga. Bawang Putih di tingkat petani Rp 10 ribu per kg dan dipatok dengan harga yang sama di tengkulak. Artinya ada kepastian harga, selain pemberian bantuan benih dari pemerintah.

Animo petani tinggi untuk terus menanam bawang putih, khususnya sejak dua tahun melakukan penanaman. Saat ini dengan varietas Lumbu Hijau. Prospek jualnya bagus. Meskipun di saat pandemi harganya sedang menurun, kami bertekad untuk terus melakukan penanaman bawang putih guna mendukung swasembada bawang putih, ujar anggota Kelompok Tani Sanding Kladu, Ali. (mh/kp)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.