Portal Berita Online

Kabupaten Gowa Produksi Benih Jagung Hibrida

0 8

GOWA, KABARPANGAN.ID – Kelompok Tani Mangurangi, Desa Manjapai, Kecamatana Bontonompo, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan melakukan panen jagung hibrida di lahan seluas 50 hektar (ha). Benih jagung ini hasil produksi petani setempat.

Ketua Poktan Mangurangi Haeruddin mengatakan, hasil panen benih jagung hibrida sekitar 4 ton/ha dengan menghasilkan pendapatan Rp 20 juta/ha.

“Kami sangat bersyukur, hasil panen kami langsung dibeli salah satu mitra, kami juga bisa membuat benih untuk Kabupaten Gowa khususnya,” ujarnya, Jumat (21/8).

Hadir dalam kesempatan ini, Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Kementan yang diwakili Andi Muhamammad Saleh, Kepala Balitsereal, Kepala Dinas Pertanian Provinsi, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gowa, Kepala Dinas Pertanian Maluku Utara, Kepala BPTP Provinsi Sulawesi Selatan, Balai Besar Karantina Pertanian Makasar, Kepala BPTPH Sulsel, Camat Bontonompo dan PT Sangkara Putra Pertiwi selaku mitra.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian Sulsel, St Jamila Mustari mengungkapkan, peningkatan produktivitas dan kapasitas usaha serta peningkatan nilai tambah daya saing menjadi indikator penting dalam bidang pertanian.

“Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya produktivitas adalah benih, jika kualitas benih bagus dan didukung oleh kondisi iklim yang optimal, maka produktivis akan tinggi,” kata Mustari.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gowa Sugeng Priyanto menjelaskan, Gowa sebagai salah satu penyangga tanaman pangan urutan ke-3 di Provinsi Sulsel. Benih salah satu penting dalam hal produksi, dan ini merupakan pengalaman pertama petani membuat benih.

“Harapannya ke depan kegiatan ini berkelanjutan dan semakin diperluas mengingat petani sangat antusias karena proses pembelajaran petani membuat benih, serta ada pendampingan dari mitra,” jelasnya.

Sementara itu, Andi Muhammad Saleh mengatakan, sesuai arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo Kementan akan terus mendorong ketersediaan benih melalui kegiatan Pengembangan Benih Jagung Hibrida Berbasis Korporasi Petani.

“Dengan memberdayakan petani setempat untuk memproduksi benih, dapat mengatasi kelangkaan benih insitu dan terpenuhi secara enam tepat (tepat mutu, varietas, jumlah, waktu, tempat, harga),” tuturnya.

Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi membeberkan, ke depan program perbenihan dikelola dalam kelembagaan berbasis korporasi petani, di mana kegiatannya mendorong pemberdayaan kelompok tani kawasan tersebut.

“Semua dari petani oleh petani dan keuntungan untuk petani sekaligus untuk pembelajaran petani dari semua aspek usahatani mulai dari hulu sampai ke hilir,” pungksnya. (mh/kp)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.